Arsip Tag: teknologi informasi

Oleh-oleh dari Seminar Linux Untuk Pendidikan di Universitas Bina Darma

Alhamdulillah, kemarin (Jumat, 24 April 2009) telah terselenggara dengan baik seminar Linux untuk Pendidikan yang diadakan oleh LDK Univ. Binadarma.

Di acara seminar yang dirangkaian dengan seminar keputrian ini pada siang harinya, saya sangat bangga dengan kesungguhan partisipasi dari teman-teman komunitas Ubuntu Sumatera Selatan baik yang menjadi pengisi acara, mempersiapkan doorprize, dokumentasi, dan lain-lain.

Selain itu tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih banyak untuk tuan rumah panitia LDK UBD, dosen dan rektorat UBD, dan semua pihak yang berkontribusi dalam acara ini , termasuk tentunya semua peserta yang hadir.

Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran yang berharga buat kita, dan acara kemarin bisa berkah dan bermanfaat.. Aminn.

Berikut beberapa gambar suasana seminar;

Teman-teman Komunitas, Narsis Dulu Sebelum Acara Dimulai

Teman-teman Komunitas, Narsis Dulu Sebelum Acara Dimulai

Pembukaan Acara dari Pihak UBD

Pembukaan Acara dari Pihak UBD

Presentasi Linux untu Pendidikan, by Muhammad Subair

Presentasi Linux untu Pendidikan, by Muhammad Subair

Arie membuka sesi demo Instalasi Linux via USB

Arie membuka sesi demo Instalasi Linux via USB

Satrio membimbing salah satu peserta melakukan istalasi Linux via USB

Satrio membimbing salah satu peserta melakukan istalasi Linux via USB

Terlampir juga presentasi saya, “Linux untuk Pendidikan” (PDF, 913.7 KB).

Belajar Bareng Bulan Januari 2009 Ubuntu ID SumSel – membuat wajanbolic – Part II

Sabtu lalu, 7 Februari 2009, kita ngelanjutin belajar bareng bulan Januari 2009, yaitu membuat wajanbolic. Alhamdulillah semua perlengkapan dan bahan sudah lengkap, dimana kiriman Arfan dari Jogja berupa pigtail + konektor, kertas alumunium, dan Access Point sudah tiba hari Jumat.

Perlengkapan dan Bahan

Perlengkapan dan Bahan

Setelah itu kita bagi tugas, dimana semua pekerjaan diserahkan kepada Arie dan Satrio, sedangkan yang lainnya akan memberi dorongan moril hehehe…

Arie dan Satrio nyontek rancangan minggu lalu.

Nyontek rancangan minggu lalu.

Adapun beberapa kegiatan-kegiatan penting menyelesaikan wajanbolic ini adalah;

Menyolder Konektor

Menyolder Konektor

Memasang Alumunium Foil

Memasang Alumunium Foil

Foto-foto *PALING PENTING #1*

Foto-foto *PALING PENTING #1*

Dan akhirnya walaupun kelaparan *gak sempat cari makan karena kejar waktu Arie mau balik ke Baturaja*, wajanbolic-nya selesai juga :).

Akhirnya tinggal dites nyari signal.

)*

Mencari Signal Wifi *Gretongan :)*

Ketika dites, Alhmadulillah dapat beberapa signal wifi, dan ada yang berhasil connect. Hanya saja, karena posisi antena yang masih terhalang gedung-gedung sekitar ke Access Point target, menyebabkan signalnya muncul tenggelam, sehingga belum bisa dipakai ngenet.

Insya Allah berikutnya kita mau nyari tiang untuk meninggikan antena, hmm… ntar dikabarin lagi deh *kalau sempat :)*

Belajar Bareng Bulan Januari 2009 Ubuntu ID SumSel – membuat wajanbolic – Part I

Bulan Januari ini agenda belajar teman-teman komunitas Ubuntu ID SumSel adalah membuat antena wajanbolic. Walaupun tidak berhubungan langsung dengan Ubuntu dan sudah termasuk materi yang sudah lama, tapi menurut teman-teman lumayan berguna dan menarik untuk dipelajari.

wajan dan pipa yang siap dieksekusi

wajan dan pipa yang siap dieksekusi

Penanggung jawab belajar membuat wajanbolic ini adalah Arie dengan dibantu Satrio, sebelumnya sudah mulai mencari bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan, termasuk membagikan materi belajar sebagai pengantar untuk teman-teman yang lain.

Contekan Langkah-langkah dan itungan sambil search cari chanel dan frekuensi

Contekan Langkah-langkah dan itungan sambil search cari chanel dan frekuensi

Akan tetapi dikarenakan beberapa material yang dibutuhkan seperti pigtail, lakban alumunium, dll tidak diperoleh informasi keberadaanya di Palembang (emang anak ilang?), sehingga kita harus minta tolong dikirimkan (baca: minta) teman Bair yang di Jogja (makasih banyak na Appank).

gambar rancangan wajanbolic tampak samping

gambar rancangan wajanbolic tampak samping 🙂

Jadi kemarin kita hanya sampai penjelasan singkat, langkah-langkah dan perhitungan, membuat desain wajan lengkap dengan perhitugan sesuai dengan kondisi dan bahan yang tersedia, sedangkan finishing dan sisanya dilanjutkan Sabtu depan (7 Februari 2007 – sambil menunggu kelengkapan material), di tempat dan waktu yang sama.

Bersambung ke Part II

Oleh-oleh dari seminar The Internasional ICT, Exhibition for Visit Musi 2008, Palembang

Hari Sabtu kemarin (17 Mei 2007) sempat ikut seminar ICT di hotel Horizon yang diadakan oleh Badan Komunikasi dan Informasi (BAKOMINFO), bekerjasama dengan salah satu universitas swasta di Palembang. Secara keseluruhan acaranya cukup baik, pembicaranya juga OK, tempat dan makan-makannya juga OK *ini termasuk yang penting*, dan gratis pula *nah ini yang terpenting hehe*.

Pembicara, The Int'l ICT

Sedikit kekurangan yang tampak (yang tidak tampak saya gak bisa bahas soalnya :D) adalah kurangnya sosialisasi dan format acara yang belum terlalu efisien untuk acara ini. [Gaya dan Mimik Pengamat Wanna Be MODE ON] Alangkah baiknya kalau makin banyak orang yang hadir/diundang (mumpung ada beberapa orang pinter ngomong), sehingga makin banyak yang bisa kecipratan manfaat dan wawasan.

Mungkin karena diadain di hotel berbintang kali’ ya jadi itung-itungan jumlah orang yang hadir, karena tentu saja berbanding lurus dengan katering dll, padahal sebenarnya dengan dikasih ilmu + nasi kotak peserta sudah senang banget (apalagi peserta dari mahasiswa hehe), sedangkan kalo gak enak sama undangan lain, dipisahin jamuan untuk VIP kayak yang sudah umum di acara mantenan 🙂 (padahal acaranya mirip mantenan, lihat aja foto suasana seminar dibawah :D).

Peserta Seminar - The Int'l ICT Palembang

Jadi kebayang kalo ini disumbangin untuk RoadShow Linux untuk Pendidikan yang dikoordinir komunitas, 5 kali roadshow dananya masih lebih kali’ hehhee.

Hmm balik ke masalah oleh-oleh, disini saya gak akan kasih liputan acara standar dan selengkapnya (misal nama pembicara, topik dll), takut mubazir soalnya masa’ gak ada laporan press release dari panitia atau laporan media lokal yang kelihatan ramai meliput acara kemaren. Selain itu untuk isi seminar yang berbau teknis juga gak akan saya tulis disini, karena eh karena… akan jauh lebih bagus dan lengkap kalo mo dapat info teknis dari website atau media lain, ketimbang dapat dari sisa-sisa daya tangkap Bair :D.

Tapi jangan khawatir, kalian tidak akan Bair biarkan pulang dengan tangan hampa, berikut ini beberapa informasi singkat, quote, tips bagus yang Bair dapat dari kata-kata pembicara yang rasanya cukup layak dibagi (meskipun sebenarnya ini mungkin hal yang umum, cuman Bair aja yang katro’ hehhe);

  • Indonesia adalah negara yang memiliki bahasa lokal terbanyak kedua di dunia, yaitu 750-an bahasa lokal, cuman kalah dari tetangga kita Papua New Guinea yang punya 800 lebih bahasa lokal, ck ck ck.. kayaknya disana nyebrang RT udah ganti bahasa, secara kita lihat dari perbandingan wilayahnya.
  • Info terakhir rangking Sumber Daya Manusia Indonesia adalah 108 dari 177 negara (ada yang punya info ini naik apa turun ya dari sebelumnya?)
  • Untuk rangking ICT, Sumatera Selatan menempati rangkin 8 dari 17 provinsi di Indonesia yang di survei.
  • Di Indonesia ada sekitar 2500 Perguruan Tinggi, 700-an diantaranya mempunyai jurusan Teknologi Informasi (TI). Sedangkan jumlah mahasiswa Indonesia saat ini ada 3 juta, dan yang mengambil jurusan TI ada 10% nya (sekitar 300 ribu orang), yang merupakan nomor 2 setelah jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan ekonomi.
  • Di luar negeri pada saat implementasi E-Gov, orang TI yang terlibat hanya sekitar 20%, sedangkan sisanya adalah ahli dari bidang ilmu lain seperti komunikasi dan psikologi.
  • Fungsi TI harus direncanakan dan disesuaikan dengan tujuan dan kebijakan utama dari institusi, tidak asal canggih dan ikut-ikutan, misal kasusnya sesama Bank saja antara BRI dan BCA, dimana ATM Online bagi BRI bisa jadi hanya sebagai nilai tambah saja dan BCA bisa berarti segalanya, dan BRI dan BCA sama-sama berhasil dari sisi pendapatan perusahaan.
  • Tetapkan prioritas, jika kita pikir semua penting maka artinya tidak ada yang penting !!!
  • Teknologi yang sama dengan implementasi yang berbeda bisa sangat berbeda hasilnya. Di Indonesia XL pernah meluncurkan fasilitas untuk mencari tahu letak posisi pemakai nomor XL dengan menggunakan posisi BTS yang digunakan. Hal ini gagal di Indonesia, karena banyak orang yang gak mau diketahui posisinya, misal anak ABG gak mau ketahuan sama orang tuanya, suami-suami banyak yang gak mau ketahuan sama istrinya hehehe. Tapi berbeda dengan yang terjadi di Hongkong misalnya salah satu operator disana menggunakan posisi BTS untuk melacak posisi untuk memberi tahu dimana letak posisi tempat-tempat yang diperlukan seperti restoran dll.
  • Kadang penyakit dari orang TI sering menjelaskan menggunakan istilah teknis komputer ke orang awam yang bukan orang TI, padahal tidak sadar kalau hal itu sama saja seperti menjelaskan kimia menggunakan istilah rumus-rumus kimia organik kepada orang TI ..

Ini dulu aja ya oleh-oleh-nya, masalah sanad, sumber dan referensi, ya tanggung jawab yang kasih seminar hehehe *kidding*, gampang aja kok tinggal dibalik  .. kita sudah tahu datanya tingggal cari sumbernya pakai Om Google kalo emang perlu..