Arsip Tag: perusahaan IT Palembang Sumatera Selatan

Penting gak pasang www di depan URL kita?

3 hari yang lalu Bair pesan kartu nama untuk Guyub, dan pas di info perusahaan saya menuliskan;

CV. Guyub Teknologi Nusantara

..

Phone: ..

Email: ..

Web: guyub.co.id

Nah oleh yang mau buat, saya disaranin untuk menggunakan http://www.guyub.co.id, soalnya kalau seperti yang saya minta itu tidak lazim. Terus saya bilang gakpapa aja, toh yang umum belum tentu benar. Soalnya, seingat saya  alamat URL saya memang hanya perlu guyub.co.id, ngapain harus ditambahin www didepannya bikin panjang-panjang.

Waktu itu sempat juga keluar sok tahu Bair dan pakai alasan kalau www itu teknologi jadul, atau mungkin teknologi web server-nya aja kali yang kurang canggih sampai harus pakai www di depannya, hmm mungkin pakai Window Server kali Pak, soalnya setau saya kalau pakai web server Linux gak pernah ada masalah kok *betul-betul sok tau, gak tau kenapa kepikiran itu, dan diomongin pula :)*.

Terus kata yang mau buat kartu nama *yang emang cocok jadi pengusaha, soalnya bisa sabar sama orang sok tau kayak Bair*, tapi kok perusahaan besar rata-rata masih pakai www, misalnya http://www.hp.com, http://www.sun.com, sampai http://www.google.com. Dalam hati saya bilang iya juga ya, gak mungkin 3 perusahaan tersebut pakai Windows Server *cmiiw*.

Tapi tetap saja Bair kekeuh, gak usah pakai soalnya emang gak perlu, dan tentang ini Bair janji dalam hati akan coba cari tahu, biar berikutnya kalau salah bisa dikoreksi, atau kalau emang betul bisa jawab dengan logis dan gak sok teu lagi hehehee.

Akhirnya setelah 2 hari sok sibuk, malam ini baru sempat browsing sana-sini. Setelah tanya Pakde Google, di salah satu forum ada yang bertanya hal yang sama dan jawabannya gak memuaskan, masa’ katanya karena masalah keumuman saja, jadi gunakan saja.

Akhirnya setelah bongkar-bongkar internet lagi saya nemu artikel HowStuffWorks yang bisa menjelaskan tentang hal ini. Disitu dijelaskan singkat mulai dari sistem kerja browser yang memangghil alamat URL tertentu. Dan di akhir dijelaskan bahwa memang tidak perlu untuk menggunakan www apabila server kita *rata-rata web server sekarang sih begini* diset untuk memutuskan bahwa jika dipanggil dari browser dan tidak ada prefix-nya maka otomatis domain akan mengarah ke IP address yang merupakan web server.

Lebih tidak perlu lagi kalau ternyata domain kita memang tidak punya layanan lain, semisal ftp.guyub.co.id, telnet.guyub.co.id, yang disimpan di server lain dengan IP yang berbeda, boro-boro IP berbeda IP hosting aja dipakai rame-rame hehee..

Btw, ini masih belum tentu benar, siapa tau ada yang punya info, tolong dishare disini dong :).

Iklan

Guyub perintis Palembang Valley??

//www.panch.nl/silicon.html

Silicon Valley - diambil dari http://www.panch.nl/silicon.html

Tulisan ini masih sama dengan tulisan sebelumnya yaitu seputar membangun usaha, tepatnya tentang alasan kenapa saya memilih Palembang sebagai tempat memulai Guyub?

Pertanyaan ini adalah salah satu yang paling sering ditanyakan oleh teman-temanku, selain kenapa memilih perusahaan IT dengan platform FOSS, dan masih beberapa pertanyaan lain yang akan Bair sharing satu persatu di blog ini.

Oh ya, masalah Palembang ini juga dipermasalahkan oleh klien kami di Jakarta, penanggung jawab proyek dari pihak klien meminta kami membuat kontak center di Jakarta, dengan alasan simple yaitu malas ditanyain auditor kenapa memilih perusahaan IT di Palembang -walaupun kami sudah pengalaman pada kasus proyek tersebut dan harga yang kami berikan sangat amat bersaing- padahal banyak perusahaan IT berserakan di Jakarta.

Alasannya ada banyak, yang pertama adalah saya ingin menyukseskan program pemerintah untuk pemerataan jumlah penduduk, agar tidak menumpuk di Jawa khususnya Jakarta, takutnya lama-lama bisa tenggelam karena keberatan :). Oh ya, pemertaan disini juga dari segi penyebaran SDM, mudah-mudahan tim Guyub yang hijrah ke Palembang diatas rata-rata, sehingga tidak malah menurunkan angka statistik heehehe.. :).

Alasan lainnya adalah kebetulan disini kami punya tempat yang murah *kalau tidak bisa dibilang gratis* yang bisa digunakan sebagai tempat usaha, dimana kita menyulap gudang + paviliun rumah keluarga sebagai kantor + workshop. Sebab menurut perhitungan kami di dunia IT biaya distribusi bisa sangat murah *thanks to internet :)*, sehingga model bisnis kuno dimana polanya mendekati pasar sudah basi.

Memang sih di Indonesia orang masih cenderung berpikir mendekati pasar, tapi saya sebagai pemain baru disini dengan modal dana pas-pasan, harus berani memaksakan hal ini, soalnya kalau balapan dengan model yang sama tentu saya akan ketinggalan jauh, apalagi mereka sudah start duluan. Hmm.. tapi sebenarnya di Indo sudah ada beberapa yang mulai meniru luar negeri dengan main model Silicon Valley, beberapa diantaranya yang sempat saya dengar sih Jogja Valley dan Bandung Valley ?? *cmiiw*

Selain itu dibilang menjauhi pasar tidak juga, soalnya kan walaupun menjauhi neneknya pasar (baca: Jakarta) tetapi kan mendekati pasar lainnya yaitu Palembang dan sekitarnya yang merupakan pasar potensial. Ya.. pasar potensial, soalnya disini memang kita sebagai penyedia IT masih harus menggali pasar ini dengan mengedukasi masyarakat dulu, makanya Bair justru senang kalau ada teman-teman yang mau buka usaha yang sama di Palembang/Sumatra, sehingga ada teman untuk sama-sama mengedukasi masyarakat.

Tapi sebenarnya jawaban paling utama adalah,  saya memang tidak mau di Jakarta hehee.., terus terang tujuan utama saya adalah kebahagiaan dan ketenangan, dan terus terang lagi saya kurang menemukan itu di Jakarta :), hmm.. mungkin juga karena baru bentar dan belum terbiasa, tapi ya hidup itu pilihan kok, saya takut harus terbiasa setelah puluhan tahun stress, lagi pula gimana kita mau berpikir kreatif dan bekerja maksimal kalau energi kita sudah habis hanya untuk menenangkan diri dari stress.

Oh ya, siapa tau Guyub yang saat ini masih kueeeccill, suatu saat bisa menjadi perintis dan ujung tombak Palembang Valley :), hmm tapi apa Palembang punya valley ya? 😀

Ingin Perusahaan Besar? Pakai FOSS

Bukan mau sok idealis atau gagah-gagahan kalau saat ini Bair bersama teman sedang merayap mencoba membuat perusahan Teknologi Informasi (TI) berbasis Free and Open Source Software (FOSS).

Terus terang kami betul-betul melihat pasar dan kesempatan yang besar kedepan, dimana era keterbukaan dan persaingan di dunia TI ini sangat terbuka lebar dengan adanya FOSS dengan Linux sebagai ujung tombaknya untuk saat ini. Perusahaan kecil dengan modal kecil, mempunyai peluang lebih besar untuk belajar, bermain dan bersaing dengan para raksasa industri IT.

Ok lah, memang saat ini usaha kami masih kecil, tapi cita-cita kami BESSAARR, yang kalaupun ternyata kedepannya kita tidak tahu bagaimana hasilnya (dan memang bukan urusan kita untuk menentukannya :D), setidaknya kami sudah melakukan perencanaan dan berusaha dengan sebaiknya sehingga kami mempunyai peluang ke arah sana, karena sudah berada di track yang tepat.

Terus ada yang bertanya, “Lho kalo punya cita-cita besar memangnya harus pake FOSS, Ir?”. Saya jawab, tergantung makna besar bagi kita itu seberapa dan seperti apa, kalo ternyata sudah merasa besar dengan keadaan paling mentok hanya dengan memakan sisa remah-remah perusahaan raksasa, karena harus tergantung dengan mereka dan mengikuti standar mereka saja, atau bahkan dengan kurang memperdulikan efek jangka panjang kepada kemandirian perusahaan atau bangsa, ..  mungkin jawabannya sih tidak harus.

Hmm.. kalau ada yang kurang mengerti Bair kasih contoh gamblang aja yah, mungkin gak Microsoft misalnya mau mengeluarkan produk development yang mengijinkan atau membuat peluang besar untuk kita bersaing dengan Microsoft sendiri yang bermain dari hulu ke hilir.

Saya yakin Google tidak akan besar jika memakai standar Microsoft :), coba bayangkan kalau Google pakai Windows Server, selain memang tidak tangguh *ini objective lho*, tapi kalaupun tangguh saya yakin pasti akan lebih repot, karena disini kelemahan paling besar untuk dihancurkan, toh kontrolnya dipegang si dia.

Contoh lain yang paling dekat adalah pastilah sulit produk corporate portal eBDesk (yang dirintis alumni-alumni ITB) bisa leluasa melawan Microsoft Sharepoint atau Oracle Portal, jika dia menggunakan platform atau teknologi yang dikuasai oleh Microsoft atau Oracle.

Tapi selain alasan untuk besar diatas, saat start up seperti sekarang ini, jujur saja tidak worthed untuk membeli perangkat atau tools yang biaya lisensi-nya mahal dan nantinya mengharuskan klien kami terpaksa membeli lisensi yang jauh lebih mahal lagi untuk menggunakan produk kami :). Padahal sekarang untuk developement tools di Linux sudah sangat lengkap dan tidak kalah canggih 🙂, apalagi kalau memang mau meilih platform yang memang terbuka, seperti Java, PHP, Ruby, dll.

Sedangkan membajak ataupun membiarkan pembajakan, jujur kami takut .. takut tidak berkah, takut tidak sustainable, takut entar kualat dibajak juga hehehe…, dan takut-takut yang lainnya..