Arsip Tag: Linux

Kumpul-kumpul KPLI Palembang Bulan Desember 2010

Ketemuan KPLI Palembang bulan Desember 2010 akan diadakan pada tanggal 26 Desember 2010, detail informasinya;

Tempat: Guyub – Jl. KHA Dahlan No. 74 – Palembang

Hari/Tanggal: Minggu/26 Desember 2010

Waktu: Pukul 16.00 WIB (4 sore)

Pemateri: Tri Wanda Septian

Materi: Simulasi Android phone di Linux

Iklan

Pengumuman Belajar Bareng Linux Ubuntu Bulan Desember 2009

Untuk teman-teman komunitas Ubuntu SumSel. Insya Allah, pada hari Minggu tanggal 27 Desember 2009, kita akan ketemuan rutin sharing bulanan Ubuntu. Adapun detail acaranya adalah sebagai berikut;

Tempat: Guyub – Jl. KHA Dahlan No. 74 – Palembang

Hari/Tanggal: Minggu/27 Desember 2009

Waktu: Pukul 16.00 WIB (4 sore)

Pemateri: Idrus Fadhli

Materi: Multimedia di GNU/Linux Ubuntu

Demikian penyampainnya, diharapkan bagi teman-teman yang membaca blog ini menyampaikan ke temannya yang lain.

Liputan sangat singkat :D belajar bareng Ubuntu November 2009

Hari Minggu kemarin tanggal 29 November 2009, komunitas Ubuntu SumSel kembali melakukan sharing bareng, dengan materi Ngobrol-ngobrol Tentang Keamanan Jaringan dan Server yang dibawakan oleh Teddy Zugana.

Teddy (baju hitam membelakangi kamera) sedang memberika materi

Bagi teman-teman yang ingin belajar tentang keamanan di jaringan dan server khususnya pada server Linux, bisa mencoba sendiri di rumah dengan memanfaatkan referensi-referensi dari internet yang bisa dikembangkan sendiri, beberapa diantaranya adalah;

Oh ya, Insya Allah bulan depan kita akan ketemuan di tempat yang sama seperti biasa pada hari Minggu tanggal 27 Desember 2009.

Pengumuman Belajar Bareng Komunitas Ubuntu SumSel untuk Bulan Agustus 2009

Khusus untuk ketemuan bulan Agustus ini, karena bertepatan dengan bulan puasa maka jadwalnya ketemuan dimajukan dari sore hari menjadi pagi, detailnya sebagai berikut;

Tempat: Guyub – Jl. KHA Dahlan No. 74 – Palembang

Hari/Tanggal: Minggu/30 Agustus 2009

Waktu: Pukul 10.00 pagi WIB

Materi: SSH di Ubuntu*

Pemateri: Satrio

*belum pasti 😀

Demikian penyampainnya, diharapkan bagi teman-teman yang membaca blog ini menyampaikan ke temannya yang lain.

Terima Kasih

Meld yang suka mencari-cari perbedaan

Pernah bingung mencari tahu perubahan apa saja yang sudah kita perbuat tanpa sadar dan tidak sadar pada file aplikasi semisal pada file sql, css, php, dll? Atau bahkan stress mau melacak update yang dilakukan pada aplikasi yang dilakukan oleh orang orang lain? Nah Bair cukup sering *emang ada yang nanya Bair?*

Berdasarkan pengalaman pahit itu :D, Bair mau sharing aplikasi yang namanya Meld. Penjelasan barbarnya, Meld ini adalah aplikasi GUI di keluarga Linux, FreeBSD dan Solaris yang fitur utamanya adalah membantu untuk membandingkan isi dari 2 atau 3 lebih file text dan juga folder.

Untuk gambaran tentang aplikasinya lebih enak langsung liat aja gambar, karena gambar kadang lebih mampu menjelaskan dari beribu ungkapan kata (alasan padahal lagi malas nulis panjang-panjang *emang ada apa, orang yang tahan baca tulisan Bair yang panjang dan abstrak itu? :D*).

Nah ini misalnya contoh hasil perbandingan isi dari file text, pada contoh dibawah, saya membandingkan antara 2 file css dari aplikasi web versi terbaru dengan versi sebelumnya;

File-Meld

Nyang ini contoh hasil perbandingan isi dari 2 atau 3 buah folder utama berisi file-file aplikasi berbasis web antara versi terbaru dengan versi sebelumnya;

Folder-Meld

Nah kalau kalian perhatikan disisi kanan dan kirinya itu ada bar yang merupakan info letak ditemukannya perbedaan. Silahkan di klik aja, kemudia diamati perbedannya, dan kalau memang ada yang perlu diedit bisa diedit langsung di Meld ini.

Hmm.. kalau mau tau lebih lengkap langsung install aja (di Ubuntu sih sudah ada di repository, jadi kalau reponya sudah benar bisa tinggal sudo apt-get install meld), dan coba-coba aja, pokoknya gampang dimengerti deh.

Selamet mencoba 🙂

Replikasi Database MySQL di Linux Ubuntu – Pengantar Belajar Bareng Bulan Juli

Bulan ini Bair kebagian jatah preman untuk ngisi materi di sharing bulanan komunitas Ubuntu SumSel (Minggu, 26 Juli 2009, jam 4). Awalnya sih mau dibikin acara nonton film aja biar penyegaran :), tapi belum nemu film bagus dengan durasi setengah jam yang berkaitan atau sekedar nyinggung open source. Jadi Bair putuskan untuk ngisi dengan ngobrol-ngobrol bebas bin santai seputar database server dengan Linux Ubuntu.

Berhubung bahasan database server cukup luas, maka rencananya akan ada bahasan dan demo yang bisa langsung dilihat dengar dan rasakan oleh yang hadir sebagai pengantar dan pembuka sharing. Nah pembukanya dipilih yang sederhana aja tapi cukup menarik yaitu replikasi database MySQL menggunakan 2 mesin server berbasis Ubuntu.

Jadi sebelum tulis blog ini Bair coba-coba dulu replikasi sederhana dari MySQL, biar langkah-langkahnya bisa langsung dicatat dan dijadikan tutorial di blog, yang harapannya teman-teman yang mau datang bisa baca-baca dulu dan syukur-syukur nyobain, biar hari Minggu ntar kita bisa punya lebih banyak waktu berbicara bahasa yang lebih manusiawi :), dan melebarkan obrolannya ke hal-hal lain yang berkaitan :).

TKP Tes Replikasi MySQL di Ubuntu

TKP Tes Replikasi MySQL di Ubuntu

Supaya ceritanya bikin penasaran *emang ada Ir? hehe*, lanjutan tulisan di bawah ini hanya akan membahas tutorial sederhana replication antara 2 mesin berbasis Ubuntu, dan tidak akan membahas hal lain semisal prinsip-prinsip replikasi, pengertian, kegunaan, dan lain-lain berkaitan dengan replikasi MySQL, jadi kalau ada yang mau bahas silahkan komentar, googling atau datang aja di pertemuan hari Minggu ini :).

OK, monggo disimak dan dibetulkan kalau ada yang keliru tutorialnya (jarang-jarang nih Bair bikin tutorial :D);

I. Pertama-tama siapkan semua kebutuhan yaitu 2 mesin berbasis Ubuntu yang telah diinstal MySQL (kalau bisa versi terbaru, walaupun replikasi sebenarnya sudah tersedia sejak MySQL versi 3.23.15). Nah mesin pertama (misal IP: 192.168.1.100) yang akan kita gunakan sebagai Master dan yang kedua (misal IP: 192.168.1.101) sebagai Slave, pastikan terkoneksi dalam jaringan dan tidak ada masalah dengan port yang digunakan MySQL (defaultnya 3306).

II. Selanjutnya kita mulai dengan mengkonfigurasi mesin Master. Adapun yang harus dilakukan adalah;

a. Membolehkan (enable) networking untuk MySQL, sehingga MySQL di mesin ini bisa diakses dari jaringan/berbagai IP Address. Caranya dengan memastikan pada my.cnf (biasanya di /etc/mysql/my.cnf) 2 baris, ‘skip-networking’ dan ‘bind-address=127.0.0.1″ tidak aktif dengan menambahkan karakter komentar (#) di awal barisnya, sehingga menjadi;

# skip-networking
# bind-address  = 127.0.0.1

b. Selanjutnya setup lokasi file log-bin, nama database (di tutorial ini kita akan menggunakan database employee) dan id-server;

log-bin = /var/log/mysql/mysql-bin.log
binlog-do-db=employee
server-id=1

c. Agar konfigurasi baru bisa langsung berfungsi, silahkan restart MySQL dengan perintah sudo /etc/init.d/mysql restart

d. Setelah itu masuk ke dalam mysql dengan perintah di terminal mysql -u root -p, di terminal ketika connect ke MySQL maka prompt-nya akan berubah dari $ (atau #) menjadi mysql> . Nah disini kita akan membuat user baru database MySQL yang akan diberi hak untuk melakukan replikasi;

mysql> GRANT REPLICATION SLAVE ON *.* TO ‘slave_user’@’%’ IDENTIFIED BY ‘password_slave_user’;
mysql> FLUSH PRIVILEGES;

ket= username ‘slave_user’ dan password ‘password_slave_user’ silahkan diganti sesuai keinginan

e. Setelah itu kita ambil informasi binary log dari database yang kita ingin replikasi,

mysql> USE employee;
mysql> FLUSH TABLES WITH READ LOCK;
mysql> SHOW MASTER STATUS;

Maka akan muncul keluaran yang mirip seperti ini;

+——————+———-+————–+——————+
| File             | Position | Binlog_Do_DB | Binlog_Ignore_DB |
+——————+———-+————–+——————+
| mysql-bin.000003 |       98 | employee     |                  |
+——————+———-+————–+——————+
1 row in set (0.00 sec)

Simpan informasi ini untuk digunakan pada konfigurasi di mesin Slave.  Setelah itu jangan lupa unlock dulu semua table tadi, dan keluar dengan perintah;

mysql> UNLOCK TABLES;
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
mysql> exit;

f. Selanjutnya backup database employee yang akan kita replikasi, untuk nantinya kita restore di Slave agar kondisi database di kedua mesin adalah sama. Ini bisa dilakukan di terminal dengan perintah;

$ sudo mysqldump -u root -p<password> –opt employee > employee.sql

III. Langkah selanjutnya adalah mengatur konfigurasi mesin Slave-nya, adapun yang harus dilakukan adalah;

a. Dari terminal kita masuk ke MySQL, setelah itu kita buat database baru bernama employee sama seperti di Master, dan langsung keluar;

mysql> CREATE DATABASE employee;
mysql> exit;

b. Di terminal restore backup database employee dari Master dengan perintah

$ sudo mysql -u root -p<password> employee < /lokasi/folder/employee.sql

c. Selanjutnya konfigurasi file my.cnf di mesin Slave, sesuai dengan konfigurasi jaringan dan Master sebelumnya;

server-id=2
master-host=192.168.1.100
master-user=slave_user
master-password=password_slave_user
master-connect-retry=60
replicate-do-db=employee

Ket: nilai server-id, dapat diganti dengan angkat integer positif selain 1 yang sudah dipakai oleh Master

d. Restart MySQL agar konfigurasi baru bisa berjalan.

e. Kemudian masuk lagi ke mysql di terminal dan jalankan, perintah berikut ini;

mysql> SLAVE STOP;
mysql> CHANGE MASTER TO MASTER_HOST=’192.168.1.100′, MASTER_USER=’slave_user’, MASTER_PASSWORD=’password_slave_user‘, MASTER_LOG_FILE=’mysql-bin.000003‘, MASTER_LOG_POS=98;
mysql> START SLAVE;
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
mysql> exit;

IV. Silahkan ditest, harusnya kalau tidak ada langkah yang salah (bisa jadi Anda yang salah mengikuti tutorial ini, atau tutorial Bair memang ada yang salahnya :D) maka jika di Master terjadi perubahan, maka Slave akan ikut-ikutan.

nb: update 090724 – 5 PM; nambahin baris ini (mysql> CHANGE MASTER TO MASTER_HOST=’192.168.1.100′, MASTER_USER=’slave_user’, MASTER_PASSWORD=’password_slave_user’, MASTER_LOG_FILE=’mysql-bin.000003′, MASTER_LOG_POS=98; ) , sorry kelupaan 😀

Sampai ketemu hari Minggu 😀

mysql> CHANGE MASTER TO MASTER_HOST=’192.168.0.6′, MASTER_USER=’slave_user’, MASTER_PASSWORD='<some_password>’, MASTER_LOG_FILE=’mysql-bin.006′, MASTER_LOG_POS=167;

Resize Gambar Secara Massal dengan Nautilus di Ubuntu

Hari ini saya butuh membuat gambar kecil semacam thumbnail, untuk web yang sedang saya kerjakan. Kalau satu.. dua .. gambar sih biasanya pakai GIMP aja, tinggal scale image. Tapi ini, ada ratusan gambar.. kebayang, bisa pegel buka tutup GIMP :). Untungnya, saya ingat pernah baca di mailing list Ubuntu-ID, tentang meresize gambar secara berjamaah.

Akhirnya setelah search arsip email, saya baca bahwa ada beberapa cara untuk melakukan ini di Ubuntu. Hmm ..  untuk saat ini saya coba aja yang kelihatannya paling simple :), yaitu menggunakan Nautilus (File Browser bawaan Ubuntu).

Adapun angkah-langkahnya adalah sebagai berikut;

  1. Terlebih dahulu install Nautilus Image Converter (sudo apt-get install nautilus-image-converter).
  2. Buka aja Nautilus (File Browser). — di komputerku (Hardy) jika sebelum instalasi No. 1 kita telah membuka Nautilus, maka Nautilus perlu direstart dulu (nautilus -q; nautilus &), atau logout kemudian login terlebih dahulu untuk melihat hasilnya  (hal ini berlaku juga untuk instalasi Nautilus add-ons lainnya, cmiiw)–
  3. Setelah masuk ke folder kumpulan gambar yang ingin kita buat thumbnail-nya,  select aja semua gambar yang ingin di resize (jika semua, tinggal Select All (Ctrl+A)).
  4. Klik kanan dan pilih Resize ImagesResizeGambarMassal1
  5. Setelah itu akan muncul jendela Resize Images, disitu silahkan diatur, “Image Size” dan “Filename”-nya. Dalam kasus saya (dapat dlihat pada gambar di bawah), disini saya ingin thumbnail-nya berukuran 100×69 pixels, dan nama filenya di dapat dengan menambahkan “-small” di belakang nama file gambar aslinya.ResizeGambarMassal2
  6. Taddaaa.. maka di folder tesebut akan muncul file-file thumbnail sesuai dengan yang kita inginkan :).