Arsip Tag: komunitas Palembang

Seminar – Road Show Linux untuk Pendidikan di Universitas Binadarma Palembang

Untuk teman-teman di Palembang, Lembaga Dakwah Kampus Universitas Bina Darma (UBD) akan mengadakan seminar;

RoadShow Linux untuk Pendidikan

Waktu: Jumat, 24 April 2009,  jam 09.00 – 11.30 WIB

Tempat: Ruang Aula Universitas Bina Darma, Palembang

Menu Acara:

  • Sambutan-sambutan
  • Pengenalan FOSS, Linux untuk Pendidikan oleh Muhammad Subair
  • Demo Linux Komunitas Ubuntu Sumatera Selatan
  • Tanya jawab

Investasi:

Rp. 5.000,-

Tempat Pendaftaran:

LDK UBD Palembang, dengan kontak person:

  • Agus Heryanto (0852 73396316)

Fasilitas:

Ilmu, Sertifikat, Snack, CD Linux, dan Doorprize

Mohon do’a dan dukungannya, agar acara yang sedrhana ini bisa lancar, berkah dan bermanfaat.

Iklan

Gimana sih cara terbaik mengelola komunitas Linux/FOSS yang Nirlaba itu?

Sejak pindah ke Palembang dan mencoba memulai membangun komunitas FOSS di Sumatera Selatan di bawah bendera Ubuntu, sampai saat ini saya masih terus belajar bagaimana cara terbaik untuk mengelola komunitas yang termasuk nirlaba. Sebelumnya di Jakarta saya hanya ikut penggembira meramaikan Ubuntu-ID yang bisa dibilang cukup berhasil, baik dari prestasi seperti proyek BlankOn, jumlah anggota mailing list (milis) yang tidak hanya banyak, akan tetapi sangat aktif dan efektif.

Komunitas Ubuntu SumSel Begadang Burning CD/DVD untuk Dibagikan

Komunitas Ubuntu SumSel begadang bakar CD/DVD untuk dibagikan

Sebenarnya saat ini komunitas Ubuntu yang kami kembangkan sudah jauh lebih jelas, dibandingdi awal dimana di Palembang ini saya hanya mengenal Mas Agus Syafiudin dari milis Ubuntu-ID, dan lokasinya bukan di Palembang, melainkan Prabumulih yang jaraknya sekitar 2 jam perjalan darat. Tapi alhamdulilah karena sama-sama punya niat dan visi yang sama jarak tersebut bukan kendala *caillah*, dan dimulai dengan kegiatan pertama HRP di SMA 3 Prabumulih, sekarang kita malah punya komunitas di Prabumulih (kebanyakan adalah Linux Lovers, siswa SMA 3 Unggulan Prabumulih), Palembang, dan yang saat ini kita sedang bantu (baca: mendorong :D) anak-anak Unsri untuk membentuk KSL resmi di Unsri.

Awalnya sih tidak terlalu memikirkan manajemen komunitas, kita semua cuman modal ikhlas dan kemudian “just do it” dengan berusaha istiqomah (baca: teguh), minimal dengan mempunyai sebuah kegiatan teratur yang diusahakan jangan pernah kosong walaupun sekali. Ya, acara ini lebih baik sebulan sekali atau bahkan 2 bulan sekali tapi rutin, ketimbang seminggu sekali tapi kadang batal. Saya yakin di awal-awal pasti ketemuan sekali seminggu bisa diusahakan oleh teman-teman, tapi kalo pondasi dan motivasinya masih belum kuat, maka bertambahnya kesibukan akan berbanding terbalik dengan keinginan untuk ikut kegiatan komunitas lagi.

Oleh karena itu saat ini, cara terbaik *menurut Bair :D* untuk membuat komunitas terus berutumbuh adalah dengan berusaha membuat teman-teman komunitas dan orang luar bisa melihat manfaat nyata dari bergabung dengan komunitas, mulai dengan bantuan solusi jika ada masalah, kesempatan untuk ikut bersama-sama membuat produk nyata dari komunitas, mencari/menciptakan/mencomblangi proyek-proyek komersial yang dilakukan anggota komunitas (komunitasnya tetap nirlaba, tapi anggotanya harus kaya dong hehe), dll.

Hal ini adalah solusi masuk akal untuk memikat tipikal umum dari kita orang Indonesia (termasuk Bair dong hhee), yang paling tertarik dengan segala sesuatu yang manfaatnya betul-betul konkrit dan bisa dinikmati dalam waktu sesegera mungkin :D. Tapi tentunya kedepannya komunitas Linux/FOSS mungkin bisa meniru bahkan bekersama dengan komunitas lain semisal komunitas-komunitas Blogger, dan tidak hanya berkutat di urusan teknis, tapi juga di urusan lain seperti pendidikan, kewirausahaan, sosial, sampai pembentukan karakter, dll.

Hmm itu aja dulu dari Bair, klo menurut kalian sendiri gimana?