Arsip Tag: Internet

Goosh – Google untuk yang doyan shell

Mau sharing aja (mudah-mudahan gak REPOST bin BASBANG :D), kalo kemarin keliling-keliling internet dan nyasar ke goosh.org. Keren juga websitenya :D, intinya sih website ini untuk mengakses layanan-layanan web yang disediakan Google (+yahoo juga konon, tapi gak tau gimana caranya) menggunakan interface bergaya shell, dan semua perilakunya juga sama dengan unix-shell.

Dan fyi goosh ini open source :D, berikut kutipan yang tertera di websitenya;

goosh is written by Stefan Grothkopp <grothkopp@gmail.com>
it is NOT an official google product!
goosh is open source under the Artistic License/GPL.

Untuk info cara pemakaiannya bisa gunakan perintah help, disitu misalnya akan muncul info perintah-perintah yang bisa digunakan semisal; mail untuk menuju ke gmail, images untuk ke pencarian images-nya google, dll.

Di help juga dijelaskan kata-kata yang tidak termasuk pada kata perintah, maka akan dianggap keyword/s pencarian oleh Google.

http://goosh.org - the unofficial google shell

http://goosh.org - the unofficial google shell

Nah tertarik ??

Apa hosting 110mb yang nakal, atau orang iseng??

Pagi ini ada kejadian yang menimpa website milik klien (yang juga teman) yang  hosting di tempatku .

Entah kenapa hari ini, ketika setiap membuka webnya xxxxxxx.com maka akan selalu redirect ke http://110mb.com, kemudian ke http://elveren.com (kalau tidak salah soalnya ini hanya lihat sekilas info di firefox) dan berakhir ke http://singerpictures.com.

Pertama-tama, tentu saya tanya, apa dia pernah melakukan sesuatu dengan web/hosting/domain-nya, semisal ikut program iklan, set redirect di cpanel, rubah settingan domain, atau yang lainnya sehingga redirect ke website tersebut. Dia bilang tidak pernah, tapi sebelumnya dia memang klien dari hosting gratisan di 110mb.com tersebut, dengan alamat domain http://xxxxxxx.110mb.com.

Dan setelah dicek ternyata 110mb memang mencari uang dari http://singerpictures.com, yaitu dengan meredirect jika URL salah atau halaman tidak ditemukan, dan juga jika terjadi internal server error (error 404 dan 500).

Saya lalu cek ke hosting, takutnya ada script nakal yang diselipkan,  ternyata tidak ada. Saya lalu coba melakukan langkah standar replace .httaccess, siapa tau aja disitu masalahnya, tetapi tidak ngaruh juga.

Lalu saya coba test di terminal whois xxxxxxx.com, .. ckckckck.. ternyata domain teman saya itu diserobot, dengan merubah nameservernya ke nameserver 110mb. Saya tidak tahu ini dilakukan oleh 110mb atau orang iseng, yg pasti nameservernya yang semula hanya mengarah ke PALEMBANGHOSTING.NET berubah menjadi;

Name Server: NS1.110MB.COM
Name Server: NS1.PALEMBANGHOSTING.NET
Name Server: NS2.110MB.COM
Name Server: NS2.PALEMBANGHOSTING.NET

Akhirnya saya masuk ke control panel domain, untuk merubah name server ke jalan yang benar. Hmm… sebenarnya info username dan password dari control panel domain yang digunakan untuk melakukan aktivitas berkaitan dengan domain, seperti transfer, lock, dll, termasuk merubah name server ada di email temanku, yang emang secara otomatis dikirimkan ketika mendaftar domain tersebut.

Hmm.. perkiraan saya sih, si pelaku membuka email yang berisi info domain ini, lalu merubah nameserver domain.

Kira-kira ada yang tau gak, atau malah punya pengalaman serupa?

Cara mudah menghindari konten negatif di Internet dengan DNS resolver Nawala Project

Salah satu cara yang lumayan mudah untuk meminimalisir (ingat hanya meminimalisir!!!) konten buruk internet, khususnya untuk anak-anak, adalah dengan memanfaatkan DNS resolver Nawala Project.

Menggunakan Nawala adalah sesederhana mengganti DNS di komputer, jaringan atau sistem kita ke DNS Nawala, yaitu : – 203.34.118.10 (primary) – 203.34.118.12 (secondary.

Dan yang lebih menyenangkan DNS filtering Nawala Project ini sekaligus akan melindungi komputer anda dari phising site, malware site, adsense site, situs judi dan illegal content berbahaya lainnya.

Nawala ini diprakarsai oleh teman-teman AWARI, hmm berikut sekilas info dari websiteny;

Nawala Project adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif.  Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.

Perlindungan pengguna, terutama anak-anak menjadi perhatian utama Nawala Project. Dengan adanya layanan ini diharapkan Internet dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia untuk mempercepat kemajuan serta kesejahteraan.

Layanan ini sejak awal dirancang untuk menerima masukan langsung dari komunitas internet dan Masyarakat Umum yang menjadi pengguna layanan. Masukan inilah yang ditelaah oleh Tim Nawala Project untuk menentukan apakah sebuah situs layak di filter atau tidak.

Akan tetapi sebagaimana ditulis diatas, Nawala ini lebih diperuntukkan untuk sebatas meminimalisir khususnya untuk anak-anak, sedangkan untuk orang yang sudah dewasa/mengerti sedikit utak atik komputer, penekanan lebih pada kemauan, intinya pengendalian diri .. (jadi ingat ceramah populer jaman dulu hehe..). Toh jangankan yang simple seperti ganti DNS pada Nawala Project ini, komputer digembok+dirantai+diceburin ke dasar lautan (LEBAII !! hehehee)  juga, masih bisa tembus kalo orangnya yang memang mau.

Akhir kata, semoga Allah Subhanawata’ala memberi balasan yang lebih baik, kepada semua teman-teman di Nawala Project yang telah  ikhlas *beneran ikhlas kan ? :D* berkontribusi untuk membuat internet jadi tempat yang lebih nyaman :).. (Aminn)

Ikut Berkontribusi di dunia FOSS lewat Launchpad

Saya sering menggunakan aplikasi FOSS (Free / Open Source Software), malah bisa dapat produktif dan dapat duit dengan bantuan FOSS, seperti online menggunakan Firefox, membuat design dengan GIMP, mengembangkan web dari WordPress, Joomla atau Drupal, dan lain-lain. Bisa gak ya, saya ikutan berkontribusi sesuai apa yang saya bisa tentunya, itung-itung balas jasa?

Nah kalau itu pertanyaan kamu, gak perlu khawatir, FOSS-kan memang dirancang juga untuk memberi kesempatan orang-orang untuk ikutan beramal jariyah a.k.a berkontribusi.

Kontribusi dalam dunia FOSS, tidak selalu harus bersifat teknis sebangsa coding untuk pengembangan atau memperbaiki bugs. Kita bisa berkontribusi dalam banyak hal mulai dari memberi donasi, membantu art work seperti desain logo atau tampilan aplikasi, membantu membuat dokumentasi, menjawab pertanyaan teman-teman di berbagai forum dan mailing list, menerjemahkan aplikasi ke bahasa Indonesia, dan masih banyak lagi termasuk yang kadang dianggap remeh tapi sangat besar manfaatnya adalah melaporkan bugs aplikasi.

Berkontribusi Lewat Launchpad

Salah satu media yang bisa digunakan untuk berkontribusi adalah Launchpad (http://launchpad.net) yang dipelihara oleh Canonical Ltd, pemilik resmi trademark Ubuntu. Launchpad ini merupakan sebuah situs web yang ditujukan khusus untuk memfasilitasi kolaborasi orang-orang di seluruh dunia dalam pengembangan, pemeliharaan berbagai proyek perangkat lunak khususnya yang berbasis FOSS.

Launchpad

Launchpad yang pada awalnya memang ditujukan khusus untuk dapur kolaborasi Ubuntu dan berbasis Zope 3, saat ini memiliki 4 modul utama dengan fungsi yang berbeda pula, ke-4 modul utama tersebut adalah;
– Rosetta, yang berfungsi untuk maintain terjemahan suatu perangkat lunak.
– Malone, digunakan sebagai bug tracker.
– Soyuz, sebagai package manager di Launchpad.
– Bazaar, sejenis SVN/CVS untuk membantu kegiatan development berjama’ah, khususnya untuk maintain repositori code dan versioning.

Keanggotaaan di Launchpad ini sangat terbuka. Semua orang dari minat, asal dan latar belakang bebas mendaftar dan ikut berkontribusi. Setiap anggota bebas memilih untuk menjadi tim dari sejumlah proyek yang tersedia dan memberikan kontribusi sesuai keinginan masing-masing.

Selain ikut bergabung pada tim dari proyek yang sudah ada, kitapun bisa membuat proyek sendiri. Nantinya proyek kita akan diperlakukan sama dengan proyek lainnya, dimana ketika proyek kita tecantum di Launcpad, maka siapapun dapat melihat proyek kita dan tentunya diharapkan dapat ikut bergabung dan membantu proyek kita tersebut.

Komunitas Indonesia di Launchpad

Launchpad yang sifatnya bebas terbuka ini memiliki ribuan sukarelawan dari seluruh dunia, tidak terkecuali negara kita tercinta Indonesia. Namun harus diakui kontribusi Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain, jangankan dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika, Belanda, Jerman, dan lain-lain, dibandingkan dari negara tetangga kita saja seperti Malaysia, Vietnam dan Thailan kita masih tertinggal.

Salah satu parameter yang sering teman-teman komunitas jadikan acuan di Launchpad (walaupun tentu saja, bukan gambaran keseluruhan proyek) adalah terjemahan Ubuntu versi terbaru ke bahasa lokal masing-masing negara. Pada proyek terjemahan Ubuntu terbaru yaitu versi 8.04 Hardy Heron, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga lain, dan hanya unggul dari Filipina yang kemungkinan disebabkan karena bahasa Iggris juga adalah bahasa resmi mereka selain Tagalog.

Data terakhir pada tanggal 10 Juli 2008, yang Bair ambil menunjukkan bahwa pada proyek tersebut Indonesian (Indonesia) masih memiliki 334.664 item yang belum diterjemahkan, sedangkan Malay (Malaysia) sebanyak 320.928 item, Tagalog (Filipina) sebanyak 404.011 item, Thai (Thailand) sebanyak 287.070, dan Vietnamese (Vietnam) yang paling hebat dengan hanya menyisakan 217.086 item saja.

Kendala terbesar kita sih memang adalah koneksi internet yang masih kurang penyebarannya dan mahal di Indonesia, walaupun sebenarnya sebagian kontribusi kita bisa dilakukan secara offline, termasuk menerjemahkan yang sudah ada fitur untuk kerja offline-nya. Hmm tapi berdasarkan pengalaman Bair, dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan :).

Jadi “Selamat Berkontribusi :D”.