Arsip Tag: Database MySQL

Coba-coba Materi Backup Database MySQL di Ubuntu Server (Manual dan Otomatis)

Ntar sore Bair kebagian jatah preman untuk isi materi belajar bareng Ubuntu bulan Maret ini, jadi mumpung masih pagi sambil coba-coba dan review lagi sekalian aja dijadiin posting blog :D.

Untuk versi Ubuntu Server kita selalu menggunakan terminal/text based (walaupun sebenarnya tetap bisa menginstal dan mengaktifkan GUI juga sih, atau bahkan menjadikan Ubuntu Desktop sebagai server). Jadi oleh karena itu semua langkah di sini juga akan berbasis perintah text.

Pertama-tama saya akan memperkenalkan perintah umum untuk melakukan backup secara manual MySQL. 2 command yang umum standar bawaan mysql client adalah mysqldump dan mysqlhotcopy. Disini tidak perlu dijelaskan lebih lanjut, toh langkahnya tinggal jalankan perintah tersebut dengan opsi-opsi sesuai kebutuhan kita. Untuk lebih jelasnya langsung lihat dokumentasinya resminya aja di;

Nah yang akan dicoba disini adalah yang cara otomatis. Skenarionya disini kita pengen biar komputer kita (bisa server MySQL itu sendiri atau komputer lain yang dapat mengakses MySQL di server) dapat melakukan backup otomatis terhadap database yang diinginkan pada lokasi dan waktu yang diinginkan.

Dan ternyata sebagaimana yang sering saya cerita ke teman-teman, salah satu sisi baik dari begitu banyak sisi buruk  teknologi kita tertinggal dari tempat lain adalah hampir semua kebutuhan kita sudah ada yang bantuin bikin tools bahkan lengkah dengan caranya, jadi tinggal kita gunakan 😀 hehehe. Dan pada kasus ini kita bisa menggunakan scrip AutoMySQLBackup.

OK langkah-langkah detailnya ya adalah sebagai berikut;

1. Download AutoMySQLBackup;

guyub@guyub-router:~$ wget http://downloads.sourceforge.net/project/automysqlbackup/AutoMySQLBackup/AutoMySQLBackup%20VER%202.5/automysqlbackup.sh.2.5?use_mirror=nchc
–10:59:15–  http://downloads.sourceforge.net/project/automysqlbackup/AutoMySQLBackup/AutoMySQLBackup%20VER%202.5/automysqlbackup.sh.2.5?use_mirror=nchc

=> `automysqlbackup.sh.2.5?use_mirror=nchc’
Resolving downloads.sourceforge.net… 216.34.181.59
Connecting to downloads.sourceforge.net|216.34.181.59|:80… connected.
HTTP request sent, awaiting response… 302 Found
Location: http://nchc.dl.sourceforge.net/project/automysqlbackup/AutoMySQLBackup/AutoMySQLBackup%20VER%202.5/automysqlbackup.sh.2.5 [following]
–10:59:16–  http://nchc.dl.sourceforge.net/project/automysqlbackup/AutoMySQLBackup/AutoMySQLBackup%20VER%202.5/automysqlbackup.sh.2.5
=> `automysqlbackup.sh.2.5′
Resolving nchc.dl.sourceforge.net… 211.79.60.17
Connecting to nchc.dl.sourceforge.net|211.79.60.17|:80… connected.
HTTP request sent, awaiting response… 200 OK
Length: 25,316 (25K) [application/x-sh]

100%[=================================================================================>] 25,316        23.35K/s

Biar teratur aplikasi ini kita pindahkan saja ke /opt

guyub@guyub-router:~$ sudo mv automysqlbackup.sh.2.5 /opt/

2. Setelah itu coba edit script tersebut, dan sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kita.

guyub@guyub-router:/opt$ sudo nano automysqlbackup.sh.2.5

Nah ketika terbuka pada contoh ini saya hanya ingin melakukan edit standar saja yaitu pada koneksi database-nya, sedangkan yang lainnya dibiarkan default, jadi saya mengubah username, password dan nama database pada bagian ini;

# Username to access the MySQL server e.g. dbuser
USERNAME=root

# Username to access the MySQL server e.g. password
PASSWORD=passworduntukroot

# Host name (or IP address) of MySQL server e.g localhost
DBHOST=localhost

# List of DBNAMES for Daily/Weekly Backup e.g. “DB1 DB2 DB3″
DBNAMES=” schema_coba  schema_coba2″

Perhatikan untuk nama dabatase disitu terlihat saya melakukan backup terhadap 2 database; schema_coba  dan schema_coba2. Jika ingin menambahkan database lagi cukup tambahkan dan pisahkan dengan spasi.

Oh ya sebagai tambahan agar bisa terlacak, saya juga menambahkan perintah untuk membuat log pada setiap kali aplikasi ini dieksekusi. Caranya cukup dengan menambahkan script seperti ini di automysqlbackup.sh.2.5;

echo “Berhasil backup: $(date)” >> /tmp/backupmysql-testing.log

Baris ini akan memerintahkan untuk membuat atau menambahkan file text biasa berekstensi log bernama backupmysql-testing di /tmp.

3. Selanjutnya saya membuat cron di Server

Lihat waktu saat ini biar hasil cron nya bisa segera kita lihat berhasil apa tidak 😀

guyub@guyub-router:/opt$ date
Sun Mar 28 11:18:39 WIT 2010

guyub@guyub-router:~$ sudo crontab -e

Setelah masukkan pasword tambahkan aja baris ini;

25 11 * * * sh /opt/automysqlbackup.sh.2.5

Artinya adalah memerintahkan server untuk menjalankan script tersebut setiap hari pada pukul 11.25 AM. Selanjutnya tinggal di-save aja.

4. Nah sebenarnya langkah-langkahnya sudah selesai sampai langkah ke 3 tadi, jika semuanya sudah betul maka harusnya di server kita MySQL sudah terbackup secara otomatis, dimana standarnya akan ada backup harian, mingguan dan bulanan, serta ditaruh di folder /backups.

Langkah-langkah berikut ini hanya opsional aja untuk Quality Assurance *caillah* apakah langkah kita sudah tepat dan benar-benar sudah betul.

guyub@guyub-router:~$ ls -al /backups/
total 20
drwxr-xr-x  5 root root 4096 2010-03-28 11:25 .
drwxr-xr-x 22 root root 4096 2010-03-28 11:25 ..
drwxr-xr-x  4 root root 4096 2010-03-28 11:25 daily
drwxr-xr-x  2 root root 4096 2010-03-28 11:25 monthly
drwxr-xr-x  4 root root 4096 2010-03-28 11:25 weekly
guyub@guyub-router:~$ ls -al /backups/daily/
total 16
drwxr-xr-x 4 root root 4096 2010-03-28 11:25 .
drwxr-xr-x 5 root root 4096 2010-03-28 11:25 ..
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2010-03-28 11:25 schema_coba
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2010-03-28 11:25 schema_coba2
guyub@guyub-router:~$ ls -al /backups/daily/schema_coba
total 12
drwxr-xr-x 2 root root 4096 2010-03-28 11:25 .
drwxr-xr-x 4 root root 4096 2010-03-28 11:25 ..
-rw-r–r– 1 root root  840 2010-03-28 11:25 schema_coba_2010-03-28_11h25m.Sunday.sql.gz

Oh ya coba juga lihat log di /tmp tadi;

guyub@guyub-router:~$ nano /tmp/backupmysql-testing.log

Berhasil backup: Sun Mar 28 11:25:01 WIT 2010

——-
Demikian semoga berkah dan bermanfaat

Iklan

Tips mudah menyetel konfigurasi MySQL menggunakan MySQLTuner di Linux

Sering kita dengar ada yang mengeluhkan performa aplikasinya baik desktop maupun web, dan buru-buru menyalahkan database MySQL. Padahal diluar sana, banyak sekali contoh-contoh aplikasi/web yang data dan traffiknya jauh lebih dasyat dengan jutaan baris dalam tabel dan request gila-gilaan, terbukti tetap bisa terhandle dengan baik, contoh saja Facebook, Yahoo, Google (katanya sih pada Adsense, cmiiw), dan lain-lain. Oh ya, aplikasi tabulasi pemilu yang dikerjakan teman-teman SERIS juga menggunakan database MySQL ini.

Berbicara tentang performa, database setidaknya tergantung akan 3 hal, yaitu ketangguhan dari Mesin Server Database MySQL, code query/aplikasi dan settingan konfigurasi server.

Untuk mesin server sih tentu saja dilakukan dengan meningkatkan performa server baik melalui scale-in maupun scale-out, memilih OS serta environment yang tepat, dan lain-lain. Sedangkan untuk code dan query, kita bisa merapikan code kita agar tidak hanya efektif tapi juga harus efisien, hmm.. untuk tahap awal saya kira mengikuti 84 tips dari komunitas (MySQL Camp 2006) sudah sangat lumayan :D.

Nah sekarang Bair mau coba perlihatkan salah satu cara sederhana untuk membantu kita melakukan konfigurasi MySQL-nya di mesin Linux kita (my.cnf) menggunakan MySQLTuner (yang saya juga sebenarnya tahu dari web Ubuntu Geek :D).

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut;

1. Pertama-tama siapkan mesin dengan OS Linux dan MySQL -> Warning: Ini wajib, soalnya apa yang mau dites, kalau tidak ada hehehe..

Coba kita lihat kondisi komputer server abal-abalan Bair untuk coba-coba ini;

guyub@guyub:~$ cat /etc/lsb-release
DISTRIB_ID=Ubuntu
DISTRIB_RELEASE=8.04
DISTRIB_CODENAME=hardy
DISTRIB_DESCRIPTION=”Ubuntu 8.04″

guyub@guyub:~$ cat /proc/cpuinfo |grep “processor\|model name”
processor    : 0
model name      : AMD Athlon(tm)

guyub@guyub:~$ cat /proc/meminfo |grep Mem
MemTotal:       515608 kB
MemFree:         28408 kB

guyub@guyub:~$ mysql –version
mysql  Ver 14.12 Distrib 5.0.51a, for debian-linux-gnu (i486) using readline 5.2

2. Setelah itu instal, MySQLTuner, di Ubuntu bisa

sudo aptitude install mysqltuner

atau download scriptnya

wget http://mysqltuner.com/mysqltuner.pl

3. Kemudian jalankan scriptnya di terminal dan lihat hasilnya;

guyub@guyub:~$ chmod +x mysqltuner.pl

guyub@guyub:~$ sudo ./mysqltuner.pl

>>  MySQLTuner 1.0.0 – Major Hayden <major@mhtx.net>
>>  Bug reports, feature requests, and downloads at http://mysqltuner.com/
>>  Run with ‘–help’ for additional options and output filtering
[!!] Successfully authenticated with no password – SECURITY RISK!

——– General Statistics ————————————————–
[–] Skipped version check for MySQLTuner script
[OK] Currently running supported MySQL version 5.0.51a-3ubuntu5.4
[OK] Operating on 32-bit architecture with less than 2GB RAM

——– Storage Engine Statistics ——————————————-
[–] Status: +Archive -BDB -Federated +InnoDB -ISAM -NDBCluster
[!!] InnoDB is enabled but isn’t being used
[OK] Total fragmented tables: 0

——– Performance Metrics ————————————————-
[–] Up for: 2751d 1h 54m 58s (972 q [0.000 qps], 12 conn, TX: 239K, RX: 38K)
[–] Reads / Writes: 100% / 0%
[–] Total buffers: 58.0M global + 2.6M per thread (100 max threads)
[OK] Maximum possible memory usage: 320.5M (63% of installed RAM)
[OK] Slow queries: 0% (0/972)
[OK] Highest usage of available connections: 2% (2/100)
[!!] Cannot calculate MyISAM index size – re-run script as root user
[!!] Query cache efficiency: 0.0% (0 cached / 7 selects)
[OK] Query cache prunes per day: 0
[OK] Temporary tables created on disk: 0% (0 on disk / 33 total)
[OK] Thread cache hit rate: 83% (2 created / 12 connections)
[!!] Table cache hit rate: 7% (64 open / 905 opened)
[OK] Open file limit used: 12% (124/1K)
[OK] Table locks acquired immediately: 100% (906 immediate / 906 locks)

——– Recommendations —————————————————–
General recommendations:
Add skip-innodb to MySQL configuration to disable InnoDB
Enable the slow query log to troubleshoot bad queries
Increase table_cache gradually to avoid file descriptor limits
Variables to adjust:
query_cache_limit (> 1M, or use smaller result sets)
table_cache (> 64)

4. Nah, selanjutnya terserah kita, mau rubah settingan my.cnf sesuai dengan yang direkomendasikan (lihat bagian Recommendations), atau tidak, atau bisa juga mencari second, third ..  opinion dulu :D.