Arsip Kategori: Pendidikan

Sharing Video Liputan Sriwijaya TV pada kegiatan KPLI Palembang di Ubuntu MRP dan Cara Edit Video dari Newbie

Pada hari Minggu pagi, tanggal 21 Desember 2010 kemarin Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Palembang dan Komunitas Linux Unsri (Solusi) menyelenggarakan Ubuntu Maverick Release Party (MRP) yang bertepat di gedung Diploma Komputer Univ. Sriwijaya, Bukit Besar, Palembang.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah hadirnya teman-teman dari Sriwijaya TV – TV lokal di Palembang- untuk meliput acara MRP ini untuk selanjutnya dikemas ke dalam acara mingguan bernama B’Ladas yang khusus mengangkat kegiatan positif berbagai komunitas di Palembang dan sekitarnya.

Beruntung sekali setelah kegiatan kemarin kita diberi DVD yang berisi rekaman acara tersebut oleh Sriwijaya TV melalui Mas Sugeng Cahyono yang juga merupakan salah satu penanggung jawab dari KPLI Palembang. Agar bisa disharing ke Youtube, maka saya putuskan untuk melakukan edit pada kualitas, jenis format dan durasi dari video tersebut. Sebagai newbie dalam urusan multimedia, saya langsung saja searching di Google dan langsung mendapat informasi dari forum Ubuntu untuk menggunakan aplikasi Avidemux.

Video Editing dengan Avidemux

Video Editing dengan Avidemux

Adapun langkah-langkahnya saya copykan aja dari forum tersebut (yang ini edit flv to flv);

Install avidemux: sudo apt-get install avidemux

Run the program, it showed up for me in the start menu under multimedia or sound & video -> “avidemux video editor (QT)”

Choose open, open the file you want to edit, parse or convert.

Press play, and the video should play, get the frame number where you want to begin copying. Get the frame # of where to start.

Choose edit-> set marker A

Move the slider to the spot where you want the parsing to end.

Choose edit-> set marker B

To save your clipped .FLV file, choose File->save->save video.

Save your file as something.flv

Play the something.flv file with vlc and your parsed video plays.

Caranya seperti itu, jika ada perbedaan seperti kasus saya dari format vob ke flv, tinggal disesuaikan pada konfigurasi Avidemux kita.

Nah setelah selesai diedit dan sudah sesuai dengan kebutuhan kita dalam kasus ini memilih yang ada gambar sayanya saja semisal format, ukuran dan durasinya, maka tinggal di upload ke Youtube aja dan siap disharing, seperti video di bawah ini. Selamat mual2 🙂 menonton;

nb: yang mau rekaman lengkap acaranya bisa diambil/copy di Guyub

Iklan

Sosialisasi F/OSS, Linux dan BlankOn di SMPN 2 Banyuasin I

Linux Masuk Desa ! mungkin tepat diberikan untuk kegiatan sosialisasi F/OSS, Linux dan BlankOn kemarin. Acara yang merupakan inisiatif dari pihak SMPN 2 Banyuasin I, khususnya kepala sekolah Bapak Effendi bersama teman-teman Komunitas Pengguna Linux Palembang.

Lokasi SMPN 2 Banyuasin walaupun hanya berjarak 1,5 jam dengan mobil dari Palembang, akan tetapi suasana desa sangat terasa selama perjalanan, khususnya setelah melewati daerah pelabuhan Mariana. Namun begitu kami sangat bersyukur dengan antusiasme peserta yang ternyata tidak hanya berasal dari guru-guru SMPN 2 Banyuasin I, akan tetapi juga dari guru-guru sekolah di sekitar SMPN 2 Banyuasin serta aparat-aparat desa.

Adapun susuan acara sosialisasi kemarin adalah sebagai berikut;

1. Acara kemarin dibuka oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin dan sambutan dari panitia sekaligus tuan rumah.

2. Materi pengenalan Linux dan F/OSS, akan dibagi menjadi 2 bagian;

  1. Pengenalan F/OSS dan Linux secara umum oleh Muhammad Subair
  2. Pengatar praktis Linux mengguankan BlankOn oleh Sugeng Cahyono

3. Demo interaktif instalasi BlankOn oleh Wirawan dan Satrio AW.

Berikut beberapa foto yang sempat saya ambil kemarin;

 

Spanduk Kegiatan di depan SMPN 2 Banyuasin I

Sambil Menunggu Acara Dimulai Satrio Berpose dengan Latar Depan Warung Sekolah dan Latar Belakang Gedung dan Parkir Sepeda Sekolah

Sugeng Cahyono Sedang Menyampaikan Materi

Sugeng Cahyono Sedang Menyampaikan Materi

Sugeng Cahyono Sedang Menyampaikan Materi

Sugeng Cahyono Sedang Menyampaikan Materi

CD Linux BlankOn yang Dibagikan untuk Peserta

CD Linux BlankOn yang Dibagikan untuk Peserta

Proses Demo Instalasi BlankOn

Proses Demo Instalasi BlankOn

Sosialisasi F/OSS di SMA 9 Palembang

Tadi pagi (Selasa, 18 Mei 2010), saya dan dan Satrio datang di SMA 9 Palembang, untuk memenuhi permintaan pihak sekolah kepada Guyub untuk membantu mengisi materi sosialisasi Free/Open Source Software (khususnya GNU/Linux) kepada seluruh guru dan pegawai sekolah.

Materi Pengenalan F/OSS

Secara umum acara berlangsung lancar dan ada interaksi berupa pertanyaan dan permintaan demo dari guru-guru. Dari yang kami dapat dari interaksi tadi, di SMA 9 Palembang ini sama dengan tempat-tempat sebelumnya yang kami datangi, dimana kendala utama belum menggunakan F/OSS khususnya GNU/Linux karena memang belum tahu dan masih kurangnya dukungan dari pengambil kebijakan. Hal ini bisa dilihat dengan masih banyaknya kesalahpahaman dasar tentang F/OSS, Linux, HAKI, dll.

Guru-guru SMA 9 Palembang

Mudah-mudahan kedepannya bisa ada kelanjutan dari acara ini, dimana Guyub dan juga komunitas F/OSS di Palembang dan sekolah bisa mengadakan acara teratur, semisal dimulai dengan pembentukan kelompok study Linux untuk siswa, dll. Setidaknya dengan apa yang ada hari ini kita bisa lihat sudah ada kemauan untuk mengenal lebih jauh tentang Free/Open Source Software.

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih banyak atas penerimaan dari SMA 9.

Tulisan ini juga diposting di website Guyub.

Sosialisasi dan Workshop Direktorat Sistem Informasi, Perangkat Lunak dan Konten

Sedikit dokumentasi dari acara Sosialisasi dan Workshop tentang Interoperabilitas dan Interkonektivitas Sistem Informasi, Keamanan Informasi, Perangkat Lunak khususnya Open source Software, Konten Multimedia dan Transaksi Elektronik, yang diadakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika di Hotel Sandjaja, Palembang, tanggal 27-28 April 2010.

]Materi sosialisasi dari tim Kemkominfo

Materi sosialisasi dari tim Kemkominfo

Workshop wikipedia oleh Ivan Lanin

Workshop wikipedia oleh Ivan Lanin (http://ivan.lanin.org/)

Workshop pengenalan Linux oleh Anjar Hardiena

Workshop pengenalan Linux oleh Anjar Hardiena (http://www.ahardiena.web.id)

—–

Maaf ya, cuman foto-fotonya saja, materinya ntar saya tambahin kalau sudah ketemu juga share dari pematerinya 😀

Mobile Phone Integration with the Internet Helpful Services

By watching videos of the Grameen – ­ AppLab in Uganda it is so obvious how large the benefits of mobile phones, especially in the distribution of information on the area and users are very varied. However, although the same  primary purpose and target marginalized communities, but each region will need different approaches, this is of course adjusted to the conditions and needs that exist in that place. For Indonesia with the rate of spread and use of mobile phone technology that is good enough , certainly what’s on Uganda can be improved both in terms of technology and function.

Frankly, I see now the center of all information technology is the internet with all sorts of services. If the Internet can be applied to mobile phones, either by accessing the internet via mobile phone (as a modem or directly) or whether to integrate some useful Internet services to marginalized communities with a standard mobile phone features.

For direct Internet access is now very common in Indonesia, only requires the device from end user side which is still difficult to access by marginalized communities. While integration indirectly is the best in my opinion, where we can make the gateway to the integration of services options that are useful to society, such as SMS integration with email or mailing list, with forums on the internet, search engines, and a portal which specifically designed to provide information.

Tips Menggabungkan String dengan Karakter Tertentu Sebagai Pemisah/Separator di Query MySQL

Bagi teman-teman yang sudah sering mengerjakan aplikasi khususnya Sistem Informasi pasti sudah sangat sering bermain dengan fungsi-fungsi string, seperti halnya fungsi implode() di PHP yang digunakan untuk menggabungkan beberapa substring (dalam bentuk array) menjadi satu menggunakan karakter tertentu sebagai pemisahnya.

Pada beberapa kasus penggabungan string ini tidak bisa dilakukan di level bahasa pemrograman tetapi harus dilakukan atau jauh lebih efisien apabila diperoleh dari masukan hasil query-nya, seperti yang saya temukan pada pekerjaan terakhir saya menggunakan MySQL.

Dan ternyata setelah bertanya ke Om Google, tugas sebagai DBA/Dev sangat dipermudah dengan fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh MySQL. Dua fungsi yang bisa digunakan disisi query adalah fungsi group_concat() dan concat_ws().

Tentang cara penggunaan dan letak perbedaan dari kedua fungsi diatas, lebih enak langsung kita coba dalam contoh sederhana;

Ok, pertama-tama kita buat table percobaan bernama ‘perusahaan’ dan kita isi data untuk latihan;

create table perusahaan (id int unsigned not null auto_increment primary key, perusahaan_id int unsigned not null default 0, jenis enum('Terbuka', 'Tertutup') not null, direktur varchar(25) not null default '', wakil_direktur_1 varchar(25) not null default '', wakil_direktur_2 varchar(25) not null default '', wakil_direktur_3 varchar(25) not null default '');

insert into perusahaan (perusahaan_id, jenis, direktur, wakil_direktur_1, wakil_direktur_2, wakil_direktur_3) values (1, 'Tertutup', 'Direktur AAA', 'Wakil 1 AAA', '', ''), (200, 'Terbuka', 'Direktur ZZZ', 'Wakil 1 ZZZ', '', 'Wakil 3 ZZZ'), (3, 'Tertutup', 'Direktur CCC', 'Wakil 1 CCC', 'Wakil 2 CCC', 'Wakil 3 CCC');

select * from perusahaan;
+----+---------------+----------+--------------+------------------+------------------+------------------+
| id | perusahaan_id | jenis    | direktur     | wakil_direktur_1 | wakil_direktur_2 | wakil_direktur_3 |
+----+---------------+----------+--------------+------------------+------------------+------------------+
|  1 |             1 | Tertutup | Direktur AAA | Wakil 1 AAA      |                  |                  |
|  2 |           200 | Terbuka  | Direktur ZZZ | Wakil 1 ZZZ      |                  | Wakil 3 ZZZ      |
|  3 |             3 | Tertutup | Direktur CCC | Wakil 1 CCC      | Wakil 2 CCC      | Wakil 3 CCC      |
+----+---------------+----------+--------------+------------------+------------------+------------------+

Maka table-nya menjadi sebagai berikut

Untuk menggabungkan beberapa row menjadi satu bagian kita menggunakan fungsi group_concat(), misal kita ingin mengelompokkan nama-nama direktur berdasarkan jenis perusahaannya, maka kita bisa menggunakan query;

 select jenis as 'Jenis', group_concat(direktur) as 'Nama-Nama Direktur' from perusahaan group by jenis;
+----------+---------------------------+
| Jenis    | Nama-Nama Direktur        |
+----------+---------------------------+
| Terbuka  | Direktur ZZZ              |
| Tertutup | Direktur AAA,Direktur CCC |
+----------+---------------------------+

Sedangkan untuk menggabungkan beberapa kolom dalam row yang sama, kita bisa menggunakan fungsi concat_ws(), misal disini kita akan menggabungkan Nama-nama anggota dewan direktur di setiap perusahaan, maka query-nya adalah;

 select perusahaan_id as 'Kode Perusahaan', concat_ws(',', direktur, wakil_direktur_1, wakil_direktur_2, wakil_direktur_3) as 'Jajaran Direktur' from perusahaan;
+-----------------+--------------------------------------------------+
| Kode Perusahaan | Jajaran Direktur                                 |
+-----------------+--------------------------------------------------+
|               1 | Direktur AAA,Wakil 1 AAA,,                       |
|             200 | Direktur ZZZ,Wakil 1 ZZZ,,Wakil 3 ZZZ            |
|               3 | Direktur CCC,Wakil 1 CCC,Wakil 2 CCC,Wakil 3 CCC |
+-----------------+--------------------------------------------------+

Pada kasus percobaan kita hasil diatas terlihat ada sedikita kesalahan dimana ternyata concat_ws() juga menganggap string kosong ada dan dipisahkan dengan koma, padahal kita ingin jika string kosong itu diabaikan, misal pada perusahaan dengan kode 200 disitu hasilnya “Direktur ZZZ,Wakil 1 ZZZ,,Wakil 3 ZZZ”. Maka disini query-nya tinggal kita modifikasi sedikit dengan fungsi if() untuk merubah string kosong menjadi NULL, sehingga menjadi;

 select perusahaan_id as 'Kode Perusahaan', concat_ws(',', if(direktur!='',direktur, NULL), if(wakil_direktur_1!='',wakil_direktur_1, NULL),if(wakil_direktur_2!='',wakil_direktur_2, NULL), if(wakil_direktur_3!='',wakil_direktur_3, NULL)) as 'Jajaran Direktur' from perusahaan;
+-----------------+--------------------------------------------------+
| Kode Perusahaan | Jajaran Direktur                                 |
+-----------------+--------------------------------------------------+
|               1 | Direktur AAA,Wakil 1 AAA                         |
|             200 | Direktur ZZZ,Wakil 1 ZZZ,Wakil 3 ZZZ             |
|               3 | Direktur CCC,Wakil 1 CCC,Wakil 2 CCC,Wakil 3 CCC |
+-----------------+--------------------------------------------------+

Nah mudah kan, tentang karakter separatornya bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan, caranya tinggal lihat aja di link dokumentasi diatas. 😀

Sudah Waktunya Ada Pelajaran Khusus HKI di Sekolah

Dari ratusan yang hadir, hanya satu mahasiswa yang berani maju ke depan, dan itupun hanya asal jawab sambil garuk-garuk kepala. Ternyata menjawab beda antara Lisensi, Hak Cipta dan Paten dalam dunia perangkat lunak mempunyai efek yang tidak berbeda jauh dengan ketombe.

Saya yakin, kejadian seperti di atas saat kami dari komunitas membantu mengisi materi seputar Free/Open Source Software (F/OSS) di sebuah universitas juga akan terjadi di sekolah atau universitas lain jika pertanyaan yang sama diajukan. Ironis, padahal pemahaman tentang 3 hal ini bisa dikatakan pondasi dasar pengetahuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), OK – setidaknya satu tahap di atas sekedar tahu kalau membuat karya semisal perangkat lunak itu susah, dan tidak semua pembuatnya rela kalau aplikasinya digandakan tanpa izin dengan alasan klise semisal  “untuk belajar” atau “proyek kecil-kecilan”.

Yang lebih ironis lagi, bukan hanya pelajar saja, akan tetapi sepertinya sebagian besar guru, dosen, praktisi, profesional dan pemerintah sebagai regulator yang seharusnya mengajarkan dan mengedukasi masyarakat juga tidak benar-benar tahu, paham dan peduli dengan HKI ini.

Sedikit indikasi horor ke arah sana adalah saya cukup sering mendapati pembicara seminar, buku atau artikel yang masih keliru menggunakan istilah-istilah HKI. Misalnya saja ada buku yang melakukan kesalahan fatal dengan mengatakan bahwa F/OSS itu adalah perangkat lunak yang tidak punya lisensi atau buku lain yang menyamaratakan antara free software dan freware.

Sampai Kapan Mau Begini Terus

Baru-baru ini kita kembali harus malu akibat ketidakseriusan dalam masalah HKI ini, dimana Indonesia kembali dimasukkan ke dalam daftar hitam pelanggar hak cipta, padahal sebelumnya kita sudah sempat meningkat sedikit ke daftar abu-abu. Kembalinya kita ke daftar hitam ini mengindikasikan pendekatan yang dilakukan selama ini masih bersifat temporer dan tidak berhasil menyentuh akar masalahnya.

Sederhananya sosialisasi HKI baru bisa diklaim benar-benar berhasil kalau masyarakat umum ketika membeli barang bajakan sudah merasa sama dengan menjadi penadah barang curian, sehingga kalaupun masih ada yang melakukannya harus dengan sembunyi-sembunyi karena takut dan malu ketahuan. Setelah ini terjadi baru bisa realistis melangkah ke tahapan selanjutnya untuk mengharapkan masyarakat mampu menghargai, menggunakan serta lebih jauh memperjuangkan HKI secara tepat dan proporsional untuk kebaikan dirinya, masyarakat, bangsa dan dunia yang lebih baik.

Kalau ini sudah terjadi, tidak perlu ditanyakan lagi efeknya terhadap industri kreatif khususnya yang produklnya sangat mudah dibajak dengan bermodal PC standar plus CD/DVD R/W. Bayangkan saja kalau besarnya energi yang selama ini digunakan oleh industri kreatif untuk jungkir balik melindungi produknya dari pelanggaran HKI bisa dialihkan untuk hal lain yang lebih produktif.

Sebuah Langkah

Menggolkan masuknya sebuah mata kuliah atau pelajaran yang secara khusus mengajarkan HKI merupakan usulan langkah kongkrit yang sederhana tapi membutuhkan itikad kuat untuk bisa merealisasikannya. Memang nantinya sekedar tahu dan paham karena kebanyakan ujungnya hanya berupa teori di kelas, tapi tahu merupakan pijakan awal untuk sadar.

Generasi saya dan yang lebih tua mungkin sudah terlambat, tapi pelajar sekarang harus segera mendapat pengetahuan HKI ini sama mendalamnya dengan pembekalan teknis lainnya, semisal ilmu rekayasa perangkat lunak, dan lain-lain. Hal-hal berkaitan dengan HKI, dan secara umum materi-materi yang berhubungan dengan masalah sistem sosial, pembentukan mental, karakter, humaniora dan prinsip harus serius ditanamkan.

Sebab inilah yang membedakan nantinya calon pelaku industri kreatif kita dengan mesin komputer yang sekarang sudah bisa ditanamkan kecerdasan buatan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumit manusia, namun tidak punya empati, semangat, rasa, inovasi dan kreativitas.

Teknopreneur