Sharing Multimedia di GNU/Linux Ubuntu – Belajar Bareng Ubuntu Bulan Desember

Sharing Ubuntu Desember 2009 (Idrus jaket hijau kedua dari kanan)

Sharing Ubuntu Desember 2009 (Idrus jaket hijau kedua dari kanan)

Sesuai yang sudah diumumkan, pada hari Minggu kemarin kita ketemuan lagi untuk sharing tentang GNU/Linux Ubuntu serta segala sesuatu berkaitan dengan Free/Open Source Software (F/OSS), yang kali ini membahas seputar Multimedia di Ubuntu dibawakan oleh Idrus Fadhli.

Saya coba singkat beberapa poin penting tentang multimedia. Sebagaimana sudah mahfum semua orang tahu bahwa multimedia ini adalah salah satu titik kelemahan GNU/Linux, khususnya jika perbandingannya tidak melihat unsur kebebasan pengembangan dan harga dari perangkat lunak pendukung😀. Akan tetapi ternyata penyakit dari umumnya kita di Indonesia ini, sudah terbiasa dimanja bajakan dengan segala alasan khususnya efisiensi kerja, padahal belum coba eksplorasi semua perangkat lunak yang bersifat F/OSS.

Beberapa yang disharing oleh Idrus, untuk multimedia yang bisa digunakan di Ubuntu sudah banyak, semisal;

Dari semua yang diatas, terus terang yang saya baru tahu adalah Multimedia Center xbmc *kemana aja lu Ir? hehehe*, nah itulah gunanya sharing …😀

9 thoughts on “Sharing Multimedia di GNU/Linux Ubuntu – Belajar Bareng Ubuntu Bulan Desember

    1. subair Penulis Tulisan

      Iya, saling berbagi memang keren, sekecil dan sesederhana apapun itu😀.

      Kalau mau bergabung, boleh sekali Mas, ingat aja waktunya pada setiap hari Minggu terakhir pada setiap bulannya. Ditunggu ya..

      Balas
  1. dani

    Ada juga Miro, di windows jg bisa. Saya kok cuman kebiasaan make audacious, vlc, audacity. Itu pun jarang terpakai.🙂

    Jika ada distro yang tidak menyertakan codec multimedia, mengapa ada distro yang langsung memaketkan codec multimedia? Apakah yang diikutsertakan dalam media installer itu paket proprietari?

    Balas
    1. subair Penulis Tulisan

      Iya sama, jujur saja saya pribadi juga tidak terlalu banyak menggunakan multimedia🙂.

      Tentang adanya perbedaaan antar distro dalam penyertaan codec multimedia itu bisa berkaitan dengan kebijakan distro tersebut tentang jenis aplikasi yang disertakan, semisal ada distro yang mengharuskan hanya menyertakan free software seperti Ututo.

      Tapi kebanyakan yang saya tahu berkaitan dengan codec multimedia lebih berhubungan dengan masalah paten software. Patent software sendiri tidak diikuti oleh semua negara, seperti negara-negara Eropa dan termasuk negara kita Indonesia, sehingga distro yang dikeluarkan oleh atau ditargetkan khusus ke negara-negara tersebut biasanya langsung menyertakan codec karena legal.

      Adapun Ubuntu dan beberapa distro lainnya yang disebarkan secara global mengambil jalan tengah, yaitu tidak menyertakan dalam distribusi default tetapi menyediakan di repositori. CMIIW

      Balas
  2. subair Penulis Tulisan

    Ya, beberapa kode kalau tidak salah masih proprietary, seperti MP3 dan WMV. Oleh karena itu penggiat F/OSS banyak yang menganjurkan agar membiasakan untuk mengarah ke standar terbuka, seperti OGG untuk mengganti MP3, dan codec yang belum free lainnya.

    Untuk detail pastinya saya belum ketemu listnya, nanti kalau ketemu insya Allah saya sharing, sebaliknya juga klo Mas Dani ketemu list yang free dan propietary tolong dishare..

    CMIIW

    Balas
    1. subair Penulis Tulisan

      Kumpul2 tiap bulan defaultnya selalu ada dan waktunya hari minggu terakhir pada setiap bulannya, jam 4 sore, jadi untuk April ini jatuh pada Minggu, 25 April 2009.

      Tinggal nanti tunggu kepastian materi dan pematerinya.

      Ditunggu ya Bos😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s