Gimana sih cara terbaik mengelola komunitas Linux/FOSS yang Nirlaba itu?

Sejak pindah ke Palembang dan mencoba memulai membangun komunitas FOSS di Sumatera Selatan di bawah bendera Ubuntu, sampai saat ini saya masih terus belajar bagaimana cara terbaik untuk mengelola komunitas yang termasuk nirlaba. Sebelumnya di Jakarta saya hanya ikut penggembira meramaikan Ubuntu-ID yang bisa dibilang cukup berhasil, baik dari prestasi seperti proyek BlankOn, jumlah anggota mailing list (milis) yang tidak hanya banyak, akan tetapi sangat aktif dan efektif.

Komunitas Ubuntu SumSel Begadang Burning CD/DVD untuk Dibagikan

Komunitas Ubuntu SumSel begadang bakar CD/DVD untuk dibagikan

Sebenarnya saat ini komunitas Ubuntu yang kami kembangkan sudah jauh lebih jelas, dibandingdi awal dimana di Palembang ini saya hanya mengenal Mas Agus Syafiudin dari milis Ubuntu-ID, dan lokasinya bukan di Palembang, melainkan Prabumulih yang jaraknya sekitar 2 jam perjalan darat. Tapi alhamdulilah karena sama-sama punya niat dan visi yang sama jarak tersebut bukan kendala *caillah*, dan dimulai dengan kegiatan pertama HRP di SMA 3 Prabumulih, sekarang kita malah punya komunitas di Prabumulih (kebanyakan adalah Linux Lovers, siswa SMA 3 Unggulan Prabumulih), Palembang, dan yang saat ini kita sedang bantu (baca: mendorong :D) anak-anak Unsri untuk membentuk KSL resmi di Unsri.

Awalnya sih tidak terlalu memikirkan manajemen komunitas, kita semua cuman modal ikhlas dan kemudian “just do it” dengan berusaha istiqomah (baca: teguh), minimal dengan mempunyai sebuah kegiatan teratur yang diusahakan jangan pernah kosong walaupun sekali. Ya, acara ini lebih baik sebulan sekali atau bahkan 2 bulan sekali tapi rutin, ketimbang seminggu sekali tapi kadang batal. Saya yakin di awal-awal pasti ketemuan sekali seminggu bisa diusahakan oleh teman-teman, tapi kalo pondasi dan motivasinya masih belum kuat, maka bertambahnya kesibukan akan berbanding terbalik dengan keinginan untuk ikut kegiatan komunitas lagi.

Oleh karena itu saat ini, cara terbaik *menurut Bair :D* untuk membuat komunitas terus berutumbuh adalah dengan berusaha membuat teman-teman komunitas dan orang luar bisa melihat manfaat nyata dari bergabung dengan komunitas, mulai dengan bantuan solusi jika ada masalah, kesempatan untuk ikut bersama-sama membuat produk nyata dari komunitas, mencari/menciptakan/mencomblangi proyek-proyek komersial yang dilakukan anggota komunitas (komunitasnya tetap nirlaba, tapi anggotanya harus kaya dong hehe), dll.

Hal ini adalah solusi masuk akal untuk memikat tipikal umum dari kita orang Indonesia (termasuk Bair dong hhee), yang paling tertarik dengan segala sesuatu yang manfaatnya betul-betul konkrit dan bisa dinikmati dalam waktu sesegera mungkin😀. Tapi tentunya kedepannya komunitas Linux/FOSS mungkin bisa meniru bahkan bekersama dengan komunitas lain semisal komunitas-komunitas Blogger, dan tidak hanya berkutat di urusan teknis, tapi juga di urusan lain seperti pendidikan, kewirausahaan, sosial, sampai pembentukan karakter, dll.

Hmm itu aja dulu dari Bair, klo menurut kalian sendiri gimana?

5 thoughts on “Gimana sih cara terbaik mengelola komunitas Linux/FOSS yang Nirlaba itu?

  1. donovan

    salam kenal mas.
    maaf jika pertanyaan saya tidak pada tempatnya.
    Saya termasuk orang yang baru mengerti komputer. dan saat ini saya sedang beralih ke linux. ( banyak pertimbangan dan banyak hal yang menurut saya keren dan menarik di linux itu )
    saya baru saja menginstall slax di flash disk.
    hanya saja saya belum menemukan apliasi yang cocok untuk slax saya.

    saya membutuhkan java dan bluetooth untuk slax saya.
    tapi jujur saja, saya belum tau bagaimana cara install sebuah app di linux.

    dimana saya bisa mendapatkan app java dan bluetooth driver untuk linux slax saya?

    mohon informasi dan bimbingan dari masnya.

    terima kasih.

    Balas
  2. subair Penulis Tulisan

    @donovan: Terus terang saya belum pernah coba slax, saya cuman tahu kalau slax itu turunan dari Slackware, mungkin Mas bisa bertanya di mailing list Slackware (http://groups.google.com/group/id-slackware). Untuk referensi tentang Slackware Mas juga bisa berkunjung ke http://slackware.linux.or.id/ dan http://planet.slackware-id.org/.

    Oh ya jika Mas memang baru mencoba Linux, mungkin bisa juga mencoba distro lain semisal Ubuntu, OpenSuse, Fedora, dll.

    Balas
  3. bitlow

    He he he, curhat nih mas… jadi ingat Matthew Charles Mullenweg, Lho siapa sih dia, he he itu lho mas yang punya WordPress, kata beliau eh mungkin Adik kita kali ya, Kerjakan saja yang kita sukai (Just Do It lagi…) yang lain-lain mengikuti… uang, manajemen, komunitas, dll.
    Ane betul2 suka ama foss dan konconya, yahhhh just do it… aja, terus terang running by doing saja, baik manajemen, dll karena ketika sudah dijalankan saraf2 di otak kita akan mengatur kita untuk melakukan apa, The Amazing of Otak kita.. Ciptaan Allah.

    Terus berjuang Mas… sampai Hembusan Nafas terakhir, Barakallahufykum

    Balas
  4. Ping balik: Guyub perintis Palembang Valley?? « Bair is a geek [??]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s