Feeds:
Tulisan
Komentar

Hari Ahad kemarin (28 Juni 2009) komunitas Ubuntu di Palembang (SumSel) ketemuan lagi untuk belajar bareng bulanan. Materinya adalah pengenalan dan demo remote desktop di Ubuntu, yang dibawakan oleh Ridho Ashari.

Pada materi kemarin kita melihat ada berbagai macam cara dan tools yang dapat digunakan untuk melakukan remote desktop di/dari/dan ke Ubuntu, ada yang perlu diinstal dan ada yang sudah bawaan dari Ubuntu ketika instalasi awal.

Oh ya, bagi yang mau coba remote desktop di Ubuntu menggunakan fasilitas bawaan Ubuntu, bisa mencoba tutorial ini. Atau cari aja coba di Google dengan keyword “remote desktop ubuntu” :D .

Terlampir foto-foto ketemuan kemarin

BelajarBarengBulanJuni09-1BelajarBarengBulanJuni09-2BelajarBarengBulanJuni09-3

—-

Fyi, untuk bulan depan kita ketemuan hari Minggu tanggal 26 Juli 2009 di Guyub.

Bair yakin semua sudah sangat terbiasa melakukan Replace ini, khususnya untuk yang hobi Copy Paste tugas dan laporan teman, cukup replace beberapa tulisan saja *terutama nama dan nomor mahasiswa*, maka taddaa.. sebuah tugas bisa terselesaikan heheh :p.

Tapi ada kalanya di beberapa pekerjaan kita harus melakukan “replace” string yang sama pada beberapa file sekaligus. Hmm.. pengalaman saya yang menggunakan Geany untuk melakukan coding sederhana semisal untuk web development, sangatlah dimudahkan dengan fasilitas Replace In Session yang ada di Geany.

Caranya sangat mudah, tinggal buka beberapa file web yang ingin ikut di replace, setelah itu masuk ke menu Search > Replace (atau bisa juga dengan Ctrl+H), isi form “Search For” dengan string yang ingin diganti  dan “Replace With” dengan string pengganti, kemudian pilih button “In Session”, maka semua file yang sedang dibuka di Geany akan ikut di-replace.

Jendela Replace di Geany

Jendela Replace di Geany

Akan tetapi untuk cara ini masih enak kalau filenya masih sedikit, nah.. kalau sudah puluhan bahkan ratusan file malas dan berat juga di komputer untuk buka semua file di Geany.

Tapi jangan khawatir dan jangan bersedih :D , Bair juga selalu mencari dan membagi cara paling efisien (baca cari gampangnya,  sama seperti cara melakukan resize gambar berjamaah pada posting sebelumnya), salah satunya adalah dengan memanfaatkan perintah sed di terminal (ya.. Anda tidak salah baca.. t-e-r-m-i-n-a-l.. gak usah senang gitu dong :D ).

Misalnya jika dalam satu folder ada ratusan dan beragam jenis file, yang diantaranya adalah file-file .php yang ingin isinya ingin kita replace, dari “foter” menjadi “footer” untuk semua file .php tersebut, maka di terminal kita tinggal masukkan perintah

sed -i ’s/foter/footer/g’ /folder/lokasi/*.php

Untuk lebih jelasnya coba lihat info sed, dengan man sed atau sed –help.

Tapi belum selesai, masalahnya perintah diatas itu hanya melakukan pencarian dan penggantian pada folder tersebut saja, tidak kedalam subfolder-subfoldernya.

Jika memang harus melakukan penelusurannya sampai ke semua subfolder didalamnya silahkan kombinasikan perintah sed tersebut dengan find (sepertinya sih, soalnya belum coba juga :D ). Atau kalau Bair yang pemalas sih selama ini langsung saja download, instal dan gunakan RPL.

Tentang RPL, akan Bair lanjutkan di Bagian II, biar gak kepanjangan :) , dan biar keren gitu, ada  TO BE CONTINUED-nya. Oh dan jangan khawatir, RPL juga pakai terminal kok :) .

TO BE CONTINUED…

Hari ini saya butuh membuat gambar kecil semacam thumbnail, untuk web yang sedang saya kerjakan. Kalau satu.. dua .. gambar sih biasanya pakai GIMP aja, tinggal scale image. Tapi ini, ada ratusan gambar.. kebayang, bisa pegel buka tutup GIMP :) . Untungnya, saya ingat pernah baca di mailing list Ubuntu-ID, tentang meresize gambar secara berjamaah.

Akhirnya setelah search arsip email, saya baca bahwa ada beberapa cara untuk melakukan ini di Ubuntu. Hmm ..  untuk saat ini saya coba aja yang kelihatannya paling simple :) , yaitu menggunakan Nautilus (File Browser bawaan Ubuntu).

Adapun angkah-langkahnya adalah sebagai berikut;

  1. Terlebih dahulu install Nautilus Image Converter (sudo apt-get install nautilus-image-converter).
  2. Buka aja Nautilus (File Browser). — di komputerku (Hardy) jika sebelum instalasi No. 1 kita telah membuka Nautilus, maka Nautilus perlu direstart dulu (nautilus -q; nautilus &), atau logout kemudian login terlebih dahulu untuk melihat hasilnya  (hal ini berlaku juga untuk instalasi Nautilus add-ons lainnya, cmiiw)–
  3. Setelah masuk ke folder kumpulan gambar yang ingin kita buat thumbnail-nya,  select aja semua gambar yang ingin di resize (jika semua, tinggal Select All (Ctrl+A)).
  4. Klik kanan dan pilih Resize ImagesResizeGambarMassal1
  5. Setelah itu akan muncul jendela Resize Images, disitu silahkan diatur, “Image Size” dan “Filename”-nya. Dalam kasus saya (dapat dlihat pada gambar di bawah), disini saya ingin thumbnail-nya berukuran 100×69 pixels, dan nama filenya di dapat dengan menambahkan “-small” di belakang nama file gambar aslinya.ResizeGambarMassal2
  6. Taddaaa.. maka di folder tesebut akan muncul file-file thumbnail sesuai dengan yang kita inginkan :) .

Pagi ini ada kejadian yang menimpa website milik klien (yang juga teman) yang  hosting di tempatku .

Entah kenapa hari ini, ketika setiap membuka webnya xxxxxxx.com maka akan selalu redirect ke http://110mb.com, kemudian ke http://elveren.com (kalau tidak salah soalnya ini hanya lihat sekilas info di firefox) dan berakhir ke http://singerpictures.com.

Pertama-tama, tentu saya tanya, apa dia pernah melakukan sesuatu dengan web/hosting/domain-nya, semisal ikut program iklan, set redirect di cpanel, rubah settingan domain, atau yang lainnya sehingga redirect ke website tersebut. Dia bilang tidak pernah, tapi sebelumnya dia memang klien dari hosting gratisan di 110mb.com tersebut, dengan alamat domain http://xxxxxxx.110mb.com.

Dan setelah dicek ternyata 110mb memang mencari uang dari http://singerpictures.com, yaitu dengan meredirect jika URL salah atau halaman tidak ditemukan, dan juga jika terjadi internal server error (error 404 dan 500).

Saya lalu cek ke hosting, takutnya ada script nakal yang diselipkan,  ternyata tidak ada. Saya lalu coba melakukan langkah standar replace .httaccess, siapa tau aja disitu masalahnya, tetapi tidak ngaruh juga.

Lalu saya coba test di terminal whois xxxxxxx.com, .. ckckckck.. ternyata domain teman saya itu diserobot, dengan merubah nameservernya ke nameserver 110mb. Saya tidak tahu ini dilakukan oleh 110mb atau orang iseng, yg pasti nameservernya yang semula hanya mengarah ke PALEMBANGHOSTING.NET berubah menjadi;

Name Server: NS1.110MB.COM
Name Server: NS1.PALEMBANGHOSTING.NET
Name Server: NS2.110MB.COM
Name Server: NS2.PALEMBANGHOSTING.NET

Akhirnya saya masuk ke control panel domain, untuk merubah name server ke jalan yang benar. Hmm… sebenarnya info username dan password dari control panel domain yang digunakan untuk melakukan aktivitas berkaitan dengan domain, seperti transfer, lock, dll, termasuk merubah name server ada di email temanku, yang emang secara otomatis dikirimkan ketika mendaftar domain tersebut.

Hmm.. perkiraan saya sih, si pelaku membuka email yang berisi info domain ini, lalu merubah nameserver domain.

Kira-kira ada yang tau gak, atau malah punya pengalaman serupa?

Ahad kemarin, komunitas Ubuntu SumSel ketemuan rutin bulanan lagi seperti biasa. Pemateri kali ini adalah Teddy yang membawakan beberapa tips & trick sederhana yang bisa digunakan dengan memanfaatkan bawaan fasilitas dari Ubuntu.

Teddy (paling kiri, tidak pakai kacamata) sedang memberi materi

Teddy (paling kiri, tidak pakai kacamata) sedang memberi materi

Alhamdulillah, lumayan banyak yang hadir (sory fotonya agak kabur, amatiran :D)

Alhamdulillah, lumayan banyak yang hadir (sory fotonya agak kabur, amatiran :D )

Beberapa tipsnya adalah;

  • Sistem restore di Ubuntu.
  • Melihat metadata suatu gambar, caranya ya .. klik kanan aja gambarnya, lalu pilih Properites, disitu pilih aja tab Images. Atau kalau ingin lebih lengkap infonya, bisa buka gambar dengan Eye of Gnome (klik aja gambarnya, defaultnya langsung membuka aplikasi ini), kemudian silahkan ke menu File > Properties > dan pilih tab Metadata.
  • Menambahkan font ke Ubuntu.
  • Menambahkan aplikasi yang dijalankan pada saat sistem Ubuntu hidup/startup.
  • Melihat log seluruh kegiatan yang dilakukan di komputer Ubuntu, khususnya di Terminal.
  • Membuat Ubuntu berbicara, hmm.. coba aja buka terminal dan jalankan; espeak “subair cakep” -v id . Setelah itu, jika sound dan speaker anda On, Anda pasti akan mendengar penuturan jujur dari komputer Anda.. hehe..

Sebenarnya ada 7 (artinya kurang 1), cuman Bair lupa, termasuk langkah-langkah dari tipsnya, maklum pembantu umum, jadi gak fokus (alasan hehe) .

Fyi, insya Allah, bulan depan kita akan belajar bareng pada hari Ahad 30 Juni 2009, pukul 16:00, di Guyub – Jl. KHA. Dahlan No. 74 (kalau ada perubahan akan diupdate segera). Sedangkan pematerinya adalah Ridho – Ilkomp Unsri 07.

Tulisan Sebelumnya »